Jakarta, 11 September 2025 – KAI Services menekankan pentingnya keseimbangan antara keterampilan teknis dan soft skill dalam pelatihan Gada Pratama. Pelatihan ini berlangsung di Kampung Wisata Gowes, Serua, Depok, pada 28 Agustus–2 September 2025 dan diikuti 146 peserta Gada Pratama dengan pendampingan instruktur profesional serta anggota Polri.
AKBP Hadi Setiawan, S.H., M.H., menekankan bahwa kompetensi yang seimbang menjadi kunci pelayanan publik yang aman dan nyaman. “Kualifikasi Gada Pratama dan Gada Madya memastikan setiap personel memiliki bekal pengetahuan, keterampilan, dan disiplin yang sesuai standar nasional. Dengan kompetensi ini, mereka dapat menjalankan peran tidak hanya sebagai pengaman, tetapi juga sebagai pengelola situasi secara profesional,” ujar Hadi.
Materi teknis meliputi baris berbaris, drill tongkat, penggunaan borgol, dan pengendalian situasi darurat. Penerapan Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (SMK3) juga menjadi bagian penting agar keselamatan petugas dan penumpang terjamin.
Selain keterampilan teknis, peserta dilatih aspek hospitality dan komunikasi profesional agar mampu memberikan pelayanan ramah dan menjaga citra perusahaan. Soft skill ini menjadi fondasi agar petugas dapat berinteraksi efektif dengan penumpang.
Nyoman Suardhita, Manager Corporate Communication KAI Services, menegaskan bahwa pelatihan ini membangun SDM yang profesional dan humanis. “Kami ingin mencetak tenaga keamanan yang menjadi panutan di lapangan—tegas dalam bertindak, humanis dalam pelayanan, dan profesional dalam menjaga integritas perusahaan. Reputasi KAI Services semakin kuat karena didukung SDM yang terlatih sesuai standar nasional dan siap menghadapi berbagai situasi dengan tepat,” ujarnya.
Dengan kompetensi ganda, petugas Gada Pratama siap menjaga ketertiban dan memberikan pengalaman perjalanan yang aman dan nyaman bagi penumpang.
Pelatihan ini menjadi fondasi penting bagi pembentukan SDM keamanan modern yang disiplin, profesional, dan humanis di seluruh jaringan KAI. (Redaksi)


