Jakarta, 6 Agustus 2025 – Penerapan teknologi deteksi dini gangguan jalur di wilayah Daop 5 Purwokerto terbukti efektif menjaga ketepatan waktu pasca gangguan Pegadenbaru. Menurut Kepala Seksi Sarana Daop 5, Ismail Fauzi, berbagai peralatan canggih seperti Thermal Hot-Box Detector (THBD) dan sensor getaran rail-pad kini dioperasikan secara intensif. “Kami memanfaatkan Operasional Putih untuk memastikan jalur dan sarana bebas potensi gangguan sebelum kereta melintas,” katanya.

Ismail mengatakan, THBD berfungsi memantau suhu roda kereta secara otomatis saat melintasi titik pengecekan, mengidentifikasi potensi kerusakan bantalan as roda yang dapat membahayakan perjalanan. Sementara itu, sensor getaran rail-pad mendeteksi perubahan getaran pada rel yang dapat mengindikasikan kerusakan struktur lebih awal. “Dengan alat ini, kami bisa bertindak preventif,” tambahnya.

Penggunaan teknologi ini berjalan seiring dengan patroli manual oleh petugas jalur. Meski otomatisasi semakin canggih, Ismail menekankan kehadiran manusia di lapangan tetap tidak tergantikan untuk memverifikasi temuan sistem. “Kami harus memadukan teknologi dan intuisi lapangan demi hasil optimal,” ujarnya. Sistem pengawasan seperti ini kini menjadi prosedur rutin di bawah payung Operasional Putih.

KAI berharap kombinasi teknologi dan keahlian lapangan dapat membuat jalur lebih aman dan pelayanan tetap tepat waktu sepanjang tahun. “Investasi pada teknologi deteksi dini akan memberi keuntungan jangka panjang bagi perusahaan dan pelanggan,” tutup Ismail.
(Redaksi)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *