Jakarta, 6 Agustus 2025 – Proses pemulihan jalur utama Daop 5 Purwokerto pasca gangguan operasional di daerah Pegadenbaru, Daop 3 Cirebon, berlangsung tuntas hanya dalam hitungan hari. Berdasarkan laporan operasional, seluruh keberangkatan dan kedatangan KA penumpang maupun barang pada 5 Agustus 2025 kembali tepat waktu. Senior Manager Teknik Daop 5, Budi Santosa, menyebut keberhasilan ini didukung penerapan penuh strategi Operasional Putih. “Kami bergerak cepat sejak detik pertama gangguan dilaporkan. Kolaborasi antardaop menjadi kunci pemulihan kilat ini,” ujarnya.
Budi menguraikan bahwa tim pemeliharaan jalur dikerahkan dalam tiga sift untuk melakukan inspeksi menyeluruh. Pemeriksaan rel dan wesel dilakukan bersamaan dengan penyesuaian sistem persinyalan, sekaligus memastikan fungsi perangkat fail safe berjalan optimal. “Tidak hanya di titik gangguan, kami juga memeriksa lintasan di radius puluhan kilometer di sekitarnya,” jelasnya. Teknologi seperti track geometry car dimanfaatkan untuk memastikan keakuratan posisi rel dan kestabilan bantalan.
Di luar aspek teknis, KAI juga mengatur ulang pola perjalanan untuk menghindari potensi kemacetan lalu lintas kereta selama masa transisi. Sebagian kereta diarahkan menggunakan lintasan cadangan dengan jadwal yang dirombak namun tetap mempertahankan waktu tiba sesuai grafik perjalanan. Selain itu, prioritas diberikan pada kereta yang mengangkut penumpang jarak jauh demi meminimalkan dampak keterlambatan bagi pelanggan yang telah menempuh perjalanan panjang.
Budi menegaskan, pencapaian ini menjadi tolok ukur baru untuk penyelesaian gangguan serupa di masa mendatang. “Operasional Putih adalah bukti bahwa dengan koordinasi, teknologi, dan disiplin, kita mampu mengembalikan layanan penuh dalam waktu singkat tanpa mengorbankan keselamatan,” tutupnya.
(Redaksi)

