Jakarta, 5 November 2025 – PT Kereta Api Indonesia (Persero) melalui Daerah Operasi 7 Madiun akan menerapkan penyesuaian jadwal dan pola perjalanan kereta api mulai awal Desember 2025. Kebijakan ini berlaku secara serentak di seluruh wilayah operasional perusahaan sebagai langkah strategis meningkatkan kualitas layanan transportasi perkeretaapian. Peningkatan keselamatan, efisiensi operasional, dan kenyamanan pelanggan menjadi tiga fokus utama yang menjadi pertimbangan dalam pelaksanaan pembaruan sistem jadwal perjalanan.
Terkait proses pembaruan yang tengah berlangsung, Rokhmad Makin Zainul selaku Manajer Humas Daop 7 Madiun menginformasikan bahwa pemesanan tiket untuk perjalanan Desember 2025 belum dapat dilakukan. “Saat ini pelanggan dapat membeli tiket hingga tanggal keberangkatan 30 November 2025 melalui seluruh kanal resmi KAI: aplikasi Access by KAI, situs booking.kai.id, Call Center 121, dan mitra resmi KAI,” jelas Zainul. Pembatasan ini bersifat sementara hingga seluruh tahapan penyesuaian jadwal selesai dilaksanakan dengan baik.
Pembaruan jadwal kereta api tersebut dirancang untuk menghadirkan perjalanan yang lebih andal dan tepat waktu bagi seluruh penumpang. Zainul menegaskan bahwa perusahaan telah memastikan seluruh tahapan proses penyesuaian berjalan dengan baik untuk menjaga kualitas pelayanan. Dengan demikian, perjalanan pelanggan diharapkan tetap berlangsung dengan aman, nyaman, dan sesuai jadwal yang telah ditetapkan meskipun tengah berada dalam masa transisi operasional.
Informasi mengenai pembukaan kembali sistem pemesanan tiket Desember akan segera disampaikan kepada publik setelah proses penyesuaian rampung. Perusahaan memohon pengertian masyarakat atas ketidaknyamanan yang terjadi selama masa transisi ini. “Kami memohon maaf atas ketidaknyamanan selama proses berlangsung dan mengimbau masyarakat untuk memantau informasi resmi melalui akun @KAI121, situs kai.id, atau Call Center 121,” tutup Zainul. Komitmen menjaga keselamatan dan kenyamanan pelanggan tetap menjadi prioritas utama perusahaan dalam setiap operasional perjalanan.
(Redaksi)

