Jakarta, 4 Desember 2025 – Normalisasi infrastruktur jalur kereta api Medan-Binjai berhasil menjaga ritme operasional 77 perjalanan kereta yang kini kembali beroperasi setiap harinya. PT Kereta Api Indonesia (Persero) memastikan pemulihan jalur dilakukan dengan cepat dan tepat agar layanan transportasi tidak mengalami gangguan berkepanjangan yang dapat berdampak pada mobilitas masyarakat dan distribusi logistik.
Direktur Utama KAI Bobby Rasyidin menjelaskan bahwa intensitas pergerakan kereta api di Divre I Sumatra Utara sangat tinggi dengan 20 perjalanan regional, 44 perjalanan kereta bandara Srilelawangsa, dan 13 perjalanan kereta barang setiap hari. Gangguan pada jalur Medan-Binjai berpotensi menghambat seluruh layanan ini. “Pemulihan ini selain memperbaiki rel, juga memastikan konektivitas masyarakat dan arus logistik tetap berjalan. Begitu jalur aman, maka pergerakan ekonomi di wilayah Sumatra Utara dapat terus berproses,” kata Bobby.
Tim prasarana bekerja intensif selama tiga hari untuk menangani empat titik yang mengalami gogosan akibat banjir. Setiap lokasi mendapat perlakuan perkuatan khusus dan stabilisasi untuk memastikan struktur kembali kokoh. Proses dilanjutkan dengan pengukuran presisi, uji keselamatan menyeluruh, dan inspeksi lapangan berlapis sebelum jalur dinyatakan layak beroperasi kembali.
Pemulihan infrastruktur ini menjadi bagian dari kesiapan KAI menghadapi masa Angkutan Natal dan Tahun Baru 2025/2026 ketika mobilitas masyarakat diprediksi meningkat. Bobby menyampaikan apresiasi kepada seluruh petugas yang bekerja dalam kondisi cuaca ekstrem dan tekanan waktu, memungkinkan jalur kembali aktif tepat waktu. Komitmen KAI dalam menjaga keandalan prasarana memastikan perjalanan dan distribusi logistik di Sumatra Utara berlangsung aman, nyaman, dan tepat waktu.
(Redaksi)

