Jakarta, 28 Desember 2025 – Program diskon 30 persen untuk kereta ekonomi komersial menghadirkan tarif yang sangat terjangkau bagi masyarakat, dengan harga terendah dimulai dari Rp35.000 untuk sekali perjalanan. Tarif tersebut tersedia untuk layanan Banyubiru Ekspres relasi Semarang Tawang – Solo Balapan, menjadi salah satu opsi termurah selama periode Nataru. Berbagai relasi kereta lainnya juga menawarkan harga kompetitif dengan potongan 30 persen dari tarif normal.
Keberagaman pilihan tarif memungkinkan masyarakat dari berbagai latar belakang ekonomi untuk mengakses transportasi kereta api. Selain Banyubiru Ekspres, tersedia pula layanan seperti Blora Jaya dengan tarif mulai Rp52.000 untuk relasi Cepu – Semarang Poncol. Kereta Kaligung relasi Semarang Poncol – Cirebon Prujakan dapat diperoleh mulai Rp94.000, sementara Cirebon Fakultatif relasi Cirebon – Gambir dimulai dari Rp105.000. Pilihan harga yang beragam ini memberikan fleksibilitas dalam merencanakan anggaran perjalanan.
Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba menekankan bahwa kebijakan tarif terjangkau ini sejalan dengan misi pelayanan publik. “Kereta api menjadi pilihan perjalanan banyak masyarakat pada masa libur akhir tahun. Pemerintah melalui KAI memastikan masyarakat tetap memiliki akses perjalanan yang aman, nyaman, dan terjangkau, sekaligus mendukung pergerakan ekonomi di berbagai daerah,” jelasnya. Tarif yang bersahabat diharapkan dapat meningkatkan aksesibilitas transportasi bagi seluruh lapisan masyarakat.
Program diskon ini tidak hanya memudahkan perjalanan individu tetapi juga mendorong mobilitas kelompok dan keluarga dengan anggaran terbatas. Harga yang terjangkau membuka peluang bagi lebih banyak orang untuk berkunjung ke kampung halaman atau destinasi wisata tanpa membebani keuangan. Masyarakat dapat mengecek ketersediaan tiket dan melakukan pemesanan melalui aplikasi Access by KAI untuk mendapatkan penawaran terbaik. Dengan rentang harga yang luas, setiap orang memiliki kesempatan menikmati perjalanan kereta api berkualitas selama Nataru.
(Redaksi)

