Jakarta, 22 Oktober 2025 – Modernisasi jalur kereta di lintas utara Pulau Jawa kini semakin terasa nyata berkat hadirnya layanan KA Argo Bromo Anggrek. PT Kereta Api Indonesia (Persero) berhasil menjadikan jalur strategis ini sebagai koridor mobilitas berkecepatan tinggi yang mendukung konektivitas ekonomi, pariwisata, dan industri antarwilayah.
Selama periode Januari–September 2025, Argo Bromo Anggrek mencatat 288.065 pelanggan dengan volume tertinggi pada September sebanyak 38.529 orang. Angka tersebut menunjukkan semakin kuatnya daya tarik jalur utara sebagai pilihan utama perjalanan Jakarta–Surabaya.
“KA Argo Bromo Anggrek adalah representasi komitmen KAI dalam menghadirkan perjalanan yang cepat, nyaman, dan berkelas. Setiap pengembangan kami lakukan dengan memperhatikan keselamatan, kenyamanan pelanggan, serta efisiensi energi,” ujar Vice President Public Relations KAI, Anne Purba.
Sejak pertama kali beroperasi pada 1997, Argo Bromo Anggrek menjadi bukti bagaimana peningkatan infrastruktur perkeretaapian mengubah wajah transportasi darat Indonesia. Modernisasi jalur dan sistem persinyalan membuat waktu tempuh kini hanya sekitar 7 jam 45 menit, jauh lebih cepat dari sebelumnya.
Selain meningkatkan efisiensi, jalur ini juga membuka peluang ekonomi baru. Kota-kota yang dilalui seperti Cirebon, Semarang, dan Bojonegoro kini tumbuh sebagai simpul perdagangan dan pariwisata berkat akses yang semakin mudah dan cepat.
Dari sisi sarana, KAI memperkuat layanan dengan rangkaian stainless steel buatan PT INKA yang hemat energi dan ramah lingkungan. Ditambah Compartment Suite Class yang diluncurkan pada Juni 2025, Argo Bromo Anggrek menjadi simbol keseimbangan antara modernisasi dan kenyamanan pelanggan.
Langkah ini sejalan dengan Program Asta Cita pemerintah dalam membangun transportasi publik modern dan rendah emisi karbon. Jalur utara Jawa kini menjadi contoh nyata integrasi antara pembangunan infrastruktur dan inovasi pelayanan publik.
“KAI akan terus menjaga semangat inovasi ini, dari rel ke rel dan dari generasi ke generasi, demi menciptakan transportasi publik yang aman, modern, dan berkelanjutan bagi Indonesia,” tutup Anne. (Redaksi)

