Jakarta, 13 Oktober 2025 – Layanan KA Bandara menjadi simbol kemajuan transportasi modern di Pulau Jawa. Melalui jaringan rel yang terhubung antara Yogyakarta, Solo, dan Madiun, KAI Group mendorong terciptanya pola mobilitas baru yang cepat, efisien, dan berdampak langsung pada aktivitas ekonomi masyarakat.

Vice President Public Relations KAI Anne Purba mengatakan, kehadiran KA Bandara membawa transformasi besar dalam cara masyarakat melakukan perjalanan. Layanan ini dirancang bukan hanya sebagai sarana transportasi, tetapi juga penggerak produktivitas dan perekonomian.

“Kereta Api bandara menghadirkan cara bermobilitas yang efisien dan berdaya saing. Dari Yogyakarta hingga Madiun, kehadiran layanan ini menjadi penghubung produktivitas yang mempercepat aktivitas perekonomian,” ujar Anne.

Hingga September 2025, KA Bandara Adi Soemarmo telah melayani lebih dari 613 ribu pelanggan. Lonjakan penumpang terlihat terutama pada momen libur Lebaran dan akhir pekan panjang. Peningkatan tersebut menunjukkan besarnya minat masyarakat terhadap moda transportasi yang menawarkan ketepatan waktu dan kenyamanan.

Untuk memperluas manfaat layanan, lintasan KA BIAS kini menjangkau Stasiun Caruban sejak 17 Agustus 2025. Perluasan ini menghubungkan sepuluh stasiun utama di Jawa Tengah dan Jawa Timur, memperluas jangkauan layanan hingga wilayah Madiun Raya.

Selain itu, layanan KA Bandara YIA juga terus tumbuh pesat. Hingga September 2025, penumpangnya mencapai lebih dari 2,1 juta orang, meningkat 3,74 persen dibanding tahun sebelumnya. Dengan total 50 perjalanan setiap hari, layanan ini menjadi pilihan utama masyarakat yang menginginkan kecepatan dan efisiensi.

“KA Bandara YIA menjadi pilihan utama karena mampu memotong waktu tempuh, menghindari kemacetan, dan tetap selaras dengan prinsip keberlanjutan. Moda ini bukan hanya efisien, tapi juga ramah lingkungan karena mengurangi ketergantungan pada kendaraan pribadi,” jelas Anne.

Anne menegaskan, keberadaan KA Bandara YIA dan BIAS merupakan bentuk nyata komitmen KAI dalam mendukung pemerataan ekonomi dan memperkuat konektivitas antardaerah. “KA Bandara tidak hanya menghubungkan bandara dengan stasiun, tetapi juga menyatukan masyarakat dengan kesempatan baru,” tutupnya. (Redaksi)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *