Jakarta, 23 Desember 2025 – Peluncuran resmi program oleh Menteri Perhubungan menandai momen penting dalam sejarah transportasi nasional. Dudy Purwagandhi menyampaikan bahwa kehadiran pemerintah harus nyata dan terasa langsung oleh masyarakat terutama di momen-momen kritis. Program pengangkutan sepeda motor gratis adalah wujud konkret dari komitmen tersebut yang dapat dilihat dan dirasakan dampaknya.
Dalam sambutannya, Menhub menjelaskan proses panjang yang dilalui dari ide awal hingga implementasi program. Diskusi intensif melibatkan berbagai pihak untuk memastikan kelayakan teknis dan keberlanjutan finansial. Kompromi antara berbagai kepentingan harus dicapai untuk menghasilkan program yang optimal. Keberhasilan meluncurkan program ini adalah bukti kemampuan pemerintah dalam mengeksekusi kebijakan kompleks.
Filosofi kehadiran negara yang ditekankan Menhub bukan hanya soal ketersediaan layanan namun juga kualitas pelayanan. Pemerintah tidak cukup hanya hadir secara fisik namun harus memberikan dampak positif yang terukur. Program ini dirancang dengan standar tinggi untuk memastikan pengalaman pengguna yang memuaskan. Kepuasan masyarakat adalah indikator utama keberhasilan kehadiran pemerintah.
Menhub juga menyampaikan harapan agar program ini dapat menjadi model untuk kebijakan di sektor lain. Pendekatan yang berpusat pada kebutuhan masyarakat harus menjadi standar dalam perumusan setiap kebijakan publik. “Program ini adalah bagian dari kehadiran pemerintah dalam penyelenggaraan angkutan Natal dan Tahun Baru,” tegas Dudy. Komitmen untuk terus berinovasi dan responsive terhadap aspirasi masyarakat tetap menjadi prinsip yang dipegang teguh.
(Redaksi)

