Madiun, 30 Oktober 2025 – PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 7 Madiun mengambil langkah inovatif melalui inisiasi program “Rail Tour Jawa Timur,” yang bertujuan mengoptimalkan jaringan rel sebagai kunci akses destinasi wisata unggulan. Program ini merupakan hasil sinergi BUMN dengan dua belas Pemerintah Daerah (Pemda) di Jawa Timur, termasuk Magetan, Ngawi, Madiun, dan Nganjuk, melalui Dinas Pariwisata (Dispar) dan Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo). Kereta api kini diposisikan sebagai gerbang utama pergerakan wisatawan, mendukung peningkatan kunjungan hingga 25% (contoh angka pencapaian).
VP Daop 7 Madiun, Suharjono, menjelaskan bahwa inisiatif ini dirancang untuk menciptakan paket wisata unggulan yang secara masif menggunakan moda kereta api sebagai transportasi utama yang aman dan efisien. KAI juga berfungsi sebagai mitra yang memfasilitasi penyebaran informasi wisata daerah kepada audiens nasional. Seluruh upaya ini disatukan dalam kampanye publik yang menarik dengan nama “Keliling Dunia Tanpa Paspor dengan Kereta Api.”
Kolaborasi ini difokuskan pada empat pilar kunci. Dua di antaranya adalah Promosi Konten Digital Terintegrasi dan Branding Ruang Stasiun dengan Ikon Kota, yang berfungsi memperkuat daya tarik visual dan informasi sejak kedatangan. Pilar penting lainnya adalah Penyelenggaraan Event Tematik dan komitmen Pemda dalam Penyediaan Transportasi Lanjutan dan Pemandu Wisata, yang menjamin kelancaran alur perjalanan hingga mencapai destinasi.
“PT KAI hadir sebagai penyedia akses transportasi massal yang aman, efisien, dan terintegrasi, sekaligus sebagai mitra yang memungkinkan penyampaian informasi wisata daerah kepada audiens nasional,” ujar Suharjono pada Kamis (30/10/2025). Ia berharap bahwa sinergi antara BUMN dan Pemda ini tidak hanya akan mendorong Pertumbuhan Ekonomi Wisata Daerah, tetapi juga akan menjadi model kolaborasi yang berhasil secara nasional. (Redaksi)

