Purwokerto, 6 Oktober 2025 – Jalur tengah Jawa dikenal sebagai salah satu lintasan tersibuk di Indonesia. Di wilayah ini, Pusat Pengendali Operasi Kereta Api (Pusdalopka) Daop 5 Purwokerto menjadi garda depan yang memastikan setiap kereta dapat melintas dengan aman, tepat waktu, dan efisien.
Dari Prupuk hingga Kutoarjo, setiap detik perjalanan kereta dipantau secara real-time oleh tim Pusdalopka. Dengan ratusan perjalanan setiap harinya, pengendalian operasional menuntut ketelitian dan koordinasi yang tinggi antara berbagai unit, mulai dari sarana, prasarana, hingga petugas di lapangan.
Pada triwulan ketiga tahun 2025, ketepatan waktu di wilayah Daop 5 mencatat angka luar biasa: 99,46 persen untuk keberangkatan KA penumpang dan 97,52 persen untuk KA barang. Angka ini menjadi cerminan bagaimana Pusdalopka bekerja maksimal di tengah kompleksitas operasional yang tinggi.
“Pencapaian ini merupakan hasil kerja kolaboratif dari seluruh unsur operasional. Pusdalopka berperan sebagai pusat kontrol yang terus memantau pergerakan kereta api secara real-time, dan memastikan penanganan cepat jika terjadi kendala di lapangan,” ujar Imanuel Setya Budi Harwanto, Pelaksana Harian Manager Humas PT KAI Daop 5 Purwokerto.
Koordinasi antartim menjadi elemen penting dalam keberhasilan ini. Pusdalopka senantiasa menjalin komunikasi intensif dengan masinis dan petugas stasiun agar semua pergerakan berjalan sesuai rencana. “Setiap kali kereta melintasi stasiun, petugas akan melaporkan kepada pusat kendali,” imbuh Imanuel.
Dengan sistem komunikasi dan kendali digital yang semakin canggih, proses pengawasan kini berjalan lebih cepat dan akurat. Evaluasi terhadap keterlambatan juga dilakukan secara berkala untuk memastikan layanan terus membaik.
Selain memastikan kelancaran, Pusdalopka juga berperan besar dalam menjaga keselamatan perjalanan. Koordinasi yang kuat antara pusat kendali dan masinis menjadi garda utama dalam mencegah gangguan perjalanan.
Melalui kerja nyata dan dedikasi tinggi, Pusdalopka Daop 5 Purwokerto terus menunjukkan perannya sebagai pengendali utama yang menjaga ritme transportasi darat paling vital di Pulau Jawa. (Redaksi)

