Madiun, 01 Desember 2025 — Kota Madiun hari ini memasuki fase baru dalam pola perjalanan kereta api setelah PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daop 7 Madiun resmi menerapkan penyesuaian Gapeka. Penataan ulang jadwal ini dilakukan untuk menciptakan perjalanan yang lebih ringkas, efisien, dan nyaman bagi para penumpang.
Dengan ritme perjalanan yang semakin dinamis, penyesuaian Gapeka menjadi penting untuk menyesuaikan pergerakan kereta dengan permintaan pasar. Daop 7 Madiun menjadi salah satu yang mengalami penataan, terutama pada kereta yang melayani jalur antarprovinsi.
Manajer Humas KAI Daop 7 Madiun, Rokhmad Makin Zainul, mengatakan bahwa pembaruan jadwal ini merupakan bagian dari penyempurnaan layanan KAI.
“Mulai 1 Desember 2025, kami memberlakukan penyesuaian Gapeka (Grafik Perjalanan Kereta Api). Beberapa KA akan mengalami perubahan jadwal keberangkatan, ada yang maju dan ada pula yang mundur dari jadwal sebelumnya. Kami berharap penyesuaian ini dapat membuat perjalanan pelanggan menjadi lebih nyaman dan optimal,” ujar Rokhmad Makin Zainul.
Untuk KA Madiun Jaya relasi Madiun–Pasarsenen, jadwal keberangkatan kini dimajukan menjadi pukul 07.55 WIB. Penyesuaian ini bertujuan memberikan alur perjalanan yang lebih tepat waktu dan membantu pelanggan yang memiliki agenda pagi hari di kota tujuan.
Selain perubahan waktu keberangkatan, kereta relasi sebaliknya, KA 144B Pasarsenen–Madiun, juga mengalami penyesuaian pola perhentian. Kini kereta tidak lagi melayani penumpang di Stasiun Magetan, sehingga waktu tempuh perjalanan dapat dipadatkan.
KAI Daop 7 Madiun menegaskan pentingnya pengecekan ulang jadwal keberangkatan karena seluruh tiket perjalanan per 1 Desember telah menyesuaikan dengan Gapeka terbaru. Ketepatan waktu pelanggan tiba di stasiun sangat berpengaruh untuk menghindari potensi ketinggalan kereta.
“Kami tegaskan bahwa jadwal keberangkatan KA yang tertera pada tiket yang dibeli untuk keberangkatan mulai 1 Desember 2025 sudah disesuaikan dengan jadwal baru. Kami meminta pelanggan untuk selalu memastikan kembali jam keberangkatan KA dan datang ke stasiun keberangkatan lebih awal untuk menghindari keterlambatan,” tutup Rokhmad Makin Zainul. (Redaksi)

