Jakarta, 30 November 2025 – PT Kereta Api Indonesia (KAI) terus memperkuat kontribusinya dalam memberikan bantuan bagi masyarakat terdampak banjir yang melanda sejumlah wilayah di Sumatera. Dari logistik pangan, sarung, hingga obat-obatan, bantuan tersebut kini menjangkau lebih banyak titik yang sebelumnya sulit dijangkau akibat kondisi cuaca dan kerusakan akses transportasi.
Dalam beberapa hari terakhir, tim distribusi telah bekerja tanpa henti untuk memastikan seluruh bantuan tersampaikan kepada warga yang membutuhkan. Upaya ini dilakukan dengan dukungan berbagai pihak mulai dari aparat desa, relawan lokal, hingga komunitas yang turut bergerak membantu proses distribusi di daerah masing-masing. KAI memanfaatkan jalur-jalur alternatif demi memastikan tidak ada wilayah yang terlewat.
Vice President CSR KAI, Rizky Firmansyah, menegaskan bahwa bantuan diupayakan sesuai kebutuhan warga. “Kami mengirimkan paket bantuan yang terdiri atas logistik, selimut, obat-obatan, sarung, dan perlengkapan sanitasi agar warga dapat bertahan di masa darurat ini,” tuturnya. Rizky menambahkan bahwa penyaluran bantuan dilakukan dengan mengutamakan wilayah yang jumlah pengungsinya cukup besar.
Tim KAI yang turun ke lokasi juga melakukan asesmen kebutuhan di lapangan. Hal ini bertujuan agar bantuan tambahan dapat disiapkan berdasarkan permintaan warga, seperti kebutuhan bayi, alat kebersihan, serta makanan untuk kelompok rentan seperti lansia. Pendekatan ini memungkinkan bantuan menjadi lebih relevan dan tepat manfaat.
Distribusi obat-obatan menjadi fokus karena banyak pengungsi yang mengalami gangguan kesehatan seperti flu, diare, dan penyakit kulit akibat kondisi pengungsian yang padat. KAI bekerja sama dengan puskesmas setempat untuk menyalurkan obat yang sesuai dan memastikan digunakan dengan pengawasan tenaga kesehatan.
Di beberapa titik seperti Aceh dan Sumatera Barat, akses menuju posko pengungsian tidak dapat dilalui kendaraan besar. Tim akhirnya menggunakan sepeda motor dan perahu kecil untuk membawa barang secara manual. Meskipun membutuhkan waktu lebih lama, metode ini terbukti efektif menjangkau daerah yang paling terisolasi.
Para relawan juga aktif memberikan edukasi kebersihan lingkungan guna mengurangi risiko penyakit yang kerap muncul setelah banjir. Warga diajak membersihkan tempat tinggal secara bertahap sembari memanfaatkan perlengkapan kebersihan yang disediakan dalam paket bantuan.
Dengan diperluasnya jangkauan bantuan, KAI berharap dukungan logistik, sarung, hingga obat-obatan tersebut mampu membantu masyarakat bertahan sambil menunggu proses pemulihan berjalan lebih optimal. KAI memastikan komitmennya untuk terus hadir dalam situasi darurat seperti ini. (Redaksi)

