Semarang, 4 Desember 2025 – Menjelang puncak Angkutan Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025/2026, PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daop 4 Semarang berhasil memenuhi lebih dari 99% standar pelayanan yang ditetapkan. Angka pencapaian tinggi ini didapat setelah Daop 4 melewati proses verifikasi kelaikan yang ketat, atau Rampcheck Standar Pelayanan Minimum (SPM), yang dilakukan oleh Direktorat Jenderal Perkeretaapian (DJKA) Kemenhub. Pemeriksaan komprehensif ini dilaksanakan selama dua hari, dari 3 hingga 4 Desember 2025.
Kegiatan inspeksi yang dilakukan oleh DJKA Kemenhub ini bertujuan untuk memastikan kepatuhan penuh terhadap Peraturan Menteri Perhubungan (PM) Nomor 63 Tahun 2019. Tim inspeksi gabungan mengawasi setiap detail, mulai dari fasilitas keamanan di stasiun seperti keberadaan CCTV dan petugas, hingga kelengkapan fasilitas darurat di dalam rangkaian kereta api. Kesiapan operasional dan pelayanan yang terjamin sesuai standar merupakan prioritas utama.
Franoto Wibowo, Manajer Humas KAI Daop 4 Semarang, menyatakan bahwa hasil verifikasi ini adalah hasil dari upaya kerja keras seluruh tim. “Pemeriksaan SPM ini merupakan langkah penting untuk memastikan kelaikan dan kesiapoperasian fasilitas pelayanan, baik di stasiun maupun di atas kereta api. Fokus utama meliputi pemenuhan Standar Pelayanan Minimum (SPM) untuk memastikan keamanan dan kenyamanan pelanggan,” ujarnya.
Pengecekan di atas kereta api mencakup evaluasi terhadap rem darurat, alat pemecah kaca, kebersihan toilet, fungsi pengatur suhu udara, dan fasilitas bagi penyandang disabilitas. Franoto menambahkan, “Secara umum hasil pengecekan menunjukkan bahwa pelayanan dan fasilitas yang disediakan oleh KAI Daop 4 Semarang telah memenuhi ketentuan PM 63 Tahun 2019.” Hasil inspeksi ini memperkuat komitmen Daop 4 dalam memberikan pelayanan dan fasilitas optimal. (Redaksi)

