Jakarta, 4 November 2025 – Stasiun Tanah Abang Baru, yang diresmikan oleh Presiden RI Prabowo Subianto, dirancang tidak hanya untuk menampung kapasitas yang besar—hingga 380 ribu penumpang per hari—tetapi juga untuk mendukung konsep transportasi massal yang inklusif dan ramah lingkungan. Direktur Utama KAI Bobby Rasyidin menjelaskan bahwa desain stasiun ini memperkuat konektivitas antarmoda dan mendukung konsep transportasi yang berkelanjutan. Bobby menegaskan, “Dengan hadirnya stasiun ini, ekosistem transportasi perkotaan semakin terintegrasi, mendukung konsep transportasi massal yang efisien, inklusif, dan ramah lingkungan bagi masyarakat.”
Pembangunan stasiun ini, yang menelan biaya Rp380,93 miliar pada tahap pertama, merupakan upaya untuk mengurai kepadatan penumpang yang telah mencapai 63 juta orang selama Januari–Oktober 2025. Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi menambahkan bahwa rencana jangka menengah pembangunan tahap kedua pada 2027 akan semakin memperkuat aspek inklusivitas dengan penambahan lift, pelebaran concourse, serta peningkatan akses bagi penyandang disabilitas.
Bobby Rasyidin juga menyoroti peran stasiun ini dalam mendukung pengurangan emisi karbon melalui peningkatan penggunaan transportasi publik. KAI terus mengabdi kepada bangsa dengan menyediakan layanan yang terjangkau, termasuk melalui subsidi PSO yang dinikmati oleh jutaan pelanggan di berbagai wilayah.
Presiden Prabowo Subianto yang hadir dalam peresmian menegaskan bahwa pemerintah berkomitmen memastikan bahwa investasi sarana prasarana, termasuk penambahan 30 rangkaian kereta baru, benar-benar kembali untuk kesejahteraan rakyat. Presiden menyatakan bahwa kereta api adalah kebanggaan bersama dan akan terus menjadi fokus perhatian pemerintah untuk menurunkan biaya logistik nasional. (Redaksi)

