Jakarta, 13 Oktober 2025 — Kinerja positif PT Kereta Api Indonesia (Persero) pada 2025 menegaskan peran vital kereta api dalam memperkuat konektivitas antardaerah dan pemerataan ekonomi di Pulau Jawa. KAI mencatat peningkatan penumpang sebesar 7 persen dengan total 28.294.039 penumpang sepanjang Januari hingga September 2025.
Vice President Public Relations KAI, Anne Purba, mengatakan peningkatan ini menunjukkan kepercayaan masyarakat terhadap layanan kereta api yang semakin tinggi. “Peningkatan jumlah penumpang menunjukkan bahwa kereta api semakin dipercaya sebagai moda transportasi yang efisien, terjangkau, dan berdaya saing,” ujar Anne.
Pertumbuhan penumpang ini turut didukung oleh kondisi ekonomi nasional yang stabil. Menurut BPS, inflasi nasional pada September 2025 tercatat sebesar 2,65 persen. “Angka inflasi yang terkendali menciptakan lingkungan ekonomi yang sehat dan meningkatkan kepercayaan diri masyarakat untuk bepergian dan beraktivitas lintas daerah,” tambahnya.
Tingginya tingkat okupansi pada KA Joglosemarkerto hingga 235 persen menjadi bukti kuatnya mobilitas di jalur tengah Pulau Jawa. Jalur ini menghubungkan kota-kota penting seperti Semarang, Solo, Purwokerto, Yogyakarta, dan Tegal yang berperan besar dalam menggerakkan roda ekonomi daerah.
“Dari petani di Banyumas hingga pengrajin batik di Pekalongan, semua merasakan manfaat dari konektivitas yang KAI hadirkan,” ungkap Anne. Jalur ini tidak hanya mempermudah mobilitas, tetapi juga mendukung perdagangan, pariwisata, dan pertumbuhan UMKM.
Melalui layanan yang semakin efisien dan ramah lingkungan, KAI terus berkomitmen menjadi bagian penting dari pembangunan ekonomi berkeadilan dan transportasi hijau nasional.
“KAI akan terus menjaga kepercayaan masyarakat dengan menghadirkan perjalanan yang aman, nyaman, dan tepat waktu,” tutup Anne. (Redaksi)

