Madiun, 24 November 2025 – PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi (Daop) 7 Madiun telah meluncurkan program pariwisata tematik “Rail Tour Jawa Timur” pada 30 Oktober 2025. Langkah ini merupakan penegasan komitmen KAI untuk menjadi pendorong utama pertumbuhan ekonomi daerah, melampaui perannya sebagai penyedia jasa transportasi. Program ini merupakan hasil sinergi yang kokoh antara PT KAI dengan dua belas pemerintah daerah (pemda) di Jawa Timur, melibatkan Dinas Pariwisata dan Dinas Komunikasi dan Informatika. Fokus utama kolaborasi ini adalah memanfaatkan jaringan perkeretaapian sebagai tulang punggung untuk menyajikan pengalaman wisata yang kaya akan nilai sejarah dan budaya.

Program “Rail Tour Jawa Timur” secara spesifik dirancang untuk menawarkan pengalaman perjalanan yang terpadu dan unik. Kereta api dijadikan moda transportasi utama yang secara efektif menghubungkan berbagai destinasi wisata unggulan di Jawa Timur, khususnya di wilayah Daop 7 Madiun, dengan menjamin kenyamanan dan kemudahan akses. Inisiatif ini mengusung tajuk “Keliling Dunia Tanpa Paspor,” yang bertujuan untuk menyoroti bahwa kekayaan sejarah dan budaya lokal Jawa Timur memiliki daya tarik yang setara dengan petualangan global. KAI berharap program ini dapat meningkatkan kunjungan wisatawan ke situs bersejarah hingga 26%.

Rokhmad Makin Zainul, Manajer Humas KAI Daop 7 Madiun, menjelaskan bahwa program ini adalah bentuk kolaborasi lintas sektor yang sangat dibanggakan, mencakup pemerintah daerah, KAI, dan pelaku industri pariwisata lokal. Ia menambahkan bahwa program ini diharapkan dapat memberikan kesan perjalanan yang baru. Perjalanan yang ditawarkan tidak hanya nyaman, tetapi juga sarat akan nilai edukasi, sejarah, dan budaya. Paket-paket wisata yang tersedia antara lain Paket Wisata Kota Pecel Madiun, Kota Angin Nganjuk, Kota Santri Jombang, Kota Tua Kediri, Kota Sejuta Pantai Tulungagung, dan Kota Bumi Bung Karno Blitar, semuanya fokus pada pengayaan wawasan sejarah dan budaya.

“Program ini adalah bentuk kolaborasi lintas sektor yang sangat kami banggakan. Ini melibatkan pemerintah daerah, KAI, dan pelaku industri pariwisata lokal,” ujar Zainul dalam keterangan tertulisnya, Senin (24/11/2025). Melalui inisiatif ini, Daop 7 Madiun bersama para mitra berharap dapat memicu lahirnya peluang usaha kreatif baru di sekitar stasiun dan destinasi wisata. Selain itu, program ini juga ditujukan untuk menguatkan pergerakan ekonomi daerah melalui peningkatan jumlah kunjungan dan transaksi di sektor UMKM, menjadikan program ini sebagai katalisator bagi kebangkitan pariwisata daerah. (Redaksi)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *