Jakarta, 4 Desember 2025 – Penggunaan Kereta Api Inspeksi dalam pemeriksaan jalur kereta api memungkinkan KNKT dan KAI melakukan evaluasi menyeluruh tidak hanya terhadap kondisi prasarana, tetapi juga kesiapan pelayanan di stasiun-stasiun. Inspeksi yang berlangsung pada 2 hingga 4 Desember 2025 ini mencakup pemantauan fasilitas layanan penumpang, sistem informasi, area tunggu, serta kesiapan petugas dalam menghadapi lonjakan penumpang saat periode Angkutan Natal dan Tahun Baru. Pendekatan komprehensif ini memastikan bahwa kesiapan tidak hanya dari sisi infrastruktur, tetapi juga kualitas layanan yang akan diterima penumpang.

Rangkaian Kereta Api Inspeksi yang digunakan dilengkapi dengan berbagai peralatan pengukuran dan pemantauan yang dapat mendeteksi kondisi rel, wesel, jembatan, serta sistem sinyal secara real time. Selama perjalanan inspeksi dari Gambir hingga Ketapang melalui lintas utara, serta dari Bandung hingga Surabaya melalui lintas selatan, tim inspeksi juga melakukan evaluasi terhadap kondisi stasiun-stasiun yang akan melayani penumpang Nataru. Pemeriksaan mencakup ketersediaan fasilitas sanitasi, sistem pengumuman, papan informasi keberangkatan, akses bagi penumpang berkebutuhan khusus, serta kesiapan loket dan petugas layanan.

Dody Budiawan dari KAI menekankan pentingnya pelayanan maksimal selama periode Nataru sebagai bagian dari komitmen perusahaan kepada penumpang. Ia menyampaikan bahwa setiap aspek layanan harus dipersiapkan dengan matang untuk memastikan pengalaman perjalanan yang nyaman. “Keselamatan adalah prinsip tanpa kompromi. Setiap perjalanan harus dipastikan aman. Selain itu, pelayanan harus maksimal dan seluruh petugas wajib siap siaga. Setiap temuan di lapangan harus ditindaklanjuti saat itu juga. KAI harus menjadi perusahaan yang dapat dipercaya dan diandalkan,” tegasnya. Dody menambahkan bahwa kesiapan petugas dalam memberikan informasi dan bantuan kepada penumpang menjadi faktor penting dalam menciptakan pengalaman perjalanan positif.

Selain pemeriksaan prasarana, inspeksi juga mengidentifikasi kebutuhan penempatan petugas tambahan di stasiun-stasiun yang diperkirakan akan mengalami lonjakan penumpang tertinggi. KAI telah menyiapkan 2.483 petugas tambahan yang akan ditempatkan di lokasi strategis untuk membantu kelancaran arus penumpang, memberikan informasi, dan menangani situasi darurat jika diperlukan. Pusat Posko Terpadu Nataru tidak hanya memantau perjalanan kereta api, tetapi juga koordinasi pelayanan di stasiun-stasiun untuk memastikan standar layanan terjaga di seluruh titik. Melalui inspeksi menyeluruh ini, KNKT dan KAI memastikan bahwa kesiapan Nataru mencakup seluruh aspek mulai dari infrastruktur hingga kualitas pelayanan yang akan diterima penumpang.

(Redaksi)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *