Jakarta, 8 November 2025 – Banyak orang naik kereta untuk berpindah tempat, namun di jalur utara Jawa, perjalanan bisa menjadi pengalaman wisata tersendiri. Salah satu momen yang selalu dinantikan adalah ketika kereta melewati Stasiun Plabuan di Batang, Jawa Tengah—sebuah lokasi di mana rel dan laut hanya dipisahkan oleh jarak yang amat dekat. Keindahan inilah yang membuat banyak penumpang menyebut momen ini sebagai “wisata mata gratis” dari atas kereta.
Vice President Public Relations KAI Anne Purba menyebut bahwa pengalaman melihat Laut Jawa dari kereta adalah salah satu daya tarik perjalanan di jalur utara. “Stasiun Plabuan cukup istimewa. Posisinya berada di bawah bukit dan langsung berbatasan dengan Laut Jawa yang menawarkan panorama yang luar biasa bagi setiap penumpang yang melintas,” ujar Anne. Pemandangan yang tersaji dari jendela kereta kerap membuat penumpang terpukau.
Sejarah Plabuan dimulai pada 1898 ketika stasiun ini dibangun sebagai titik pengisian air untuk lokomotif uap. Pada masa itu, bangunannya masih berupa struktur kayu jati dan tergolong stopplaats, yaitu perhentian kecil yang fungsinya sangat terbatas. Namun kehadirannya cukup penting untuk mendukung operasional perjalanan kereta pada masa awal perkeretaapian.
Selanjutnya pada periode 1911–1912, stasiun ini dipugar menjadi bangunan permanen dari tembok batu. Renovasi tersebut juga menambahkan jalur persilangan, menjadikan Plabuan lebih siap melayani kebutuhan perjalanan kereta yang mulai meningkat. Sejak saat itu, stasiun kecil ini terus menjadi bagian dari jalur penting di pesisir utara.
Selain pemandangan laut yang memikat, Plabuan juga dikenal karena kisah lokalnya, terutama mengenai sumur air tawar di dekat pantai. Meski berada hanya beberapa meter dari garis laut, air sumur tersebut tidak asin dan kerap dipercaya membawa keberkahan bagi siapa pun yang meminumnya. Ini menjadi salah satu hal yang membuat Plabuan terasa semakin unik.
Kini kawasan sekitar Plabuan juga mulai ramai dengan kehadiran pelaku usaha kuliner, terutama hidangan laut. Keindahan panorama Laut Jawa menjadi latar sempurna bagi para pengunjung yang ingin menikmati santapan sambil merasakan sejuknya angin pesisir. Kehadiran pusat kuliner ini turut mengangkat potensi wisata di sekitar stasiun.
Walaupun Plabuan tidak lagi digunakan untuk naik-turun penumpang, sekitar 96 kereta melintas setiap hari. Pengumuman kondektur untuk memperingatkan penumpang agar bersiap menikmati panorama laut menjadi momen favorit banyak orang, seolah memberikan kesempatan singkat menikmati keindahan pesisir dari balik jendela gerbong.
Dengan hadirnya KEK Industropolis Batang atau KITB yang dibangun tidak jauh dari stasiun, akses menuju Plabuan semakin mudah. Integrasi antara jalur kereta dan kawasan industri baru ini diperkirakan membawa angin perubahan bagi peran strategis stasiun kecil namun unik tersebut. (Redaksi)

