Jakarta, 4 Desember 2025 – Rangkaian pemeriksaan jalur kereta api di Pulau Jawa telah diselesaikan dalam tiga hari berturut-turut mulai 2 hingga 4 Desember 2025. Inspeksi komprehensif ini melibatkan KNKT dan KAI yang menggunakan rangkaian Kereta Api Inspeksi untuk menelusuri kondisi prasarana sepanjang lintas utara dan selatan. Kegiatan ini menjadi bagian dari persiapan menghadapi Angkatan Natal dan Tahun Baru yang merupakan periode dengan tingkat mobilitas masyarakat tertinggi dalam setahun, sekaligus momentum penting bagi sektor transportasi dalam mendukung pemerataan ekonomi nasional.

Inspeksi lintas utara dimulai dari Stasiun Gambir dengan rute melewati Cikampek, Cirebon, Tegal, Semarang Tawang, Cepu, hingga Surabaya Pasar Turi dan Gubeng. Perjalanan dilanjutkan menuju wilayah timur meliputi Bangil, Jember, Kalisetail, dan berakhir di Ketapang. Jalur ini merupakan penghubung vital antara pusat pertumbuhan ekonomi dan jalur distribusi barang yang menopang aktivitas perdagangan antar kota besar di Jawa. Sedangkan lintas selatan dimulai dari Bandung melalui Warungbandrek, Cipeundeuy, Karangpucung, hingga Yogyakarta dan Solo Balapan, kemudian bergerak ke Madiun, Tulungagung, Blitar, Malang, dan berakhir di Surabaya Gubeng.

Ketua KNKT Soerjanto Tjahjono mengapresiasi inisiatif KAI dalam menjaga standar keselamatan operasional. Ia mencatat bahwa keterlibatan langsung jajaran direksi dalam inspeksi lapangan menunjukkan keseriusan perusahaan menempatkan keselamatan sebagai prioritas utama. “KAI menunjukkan komitmen yang serius terhadap keselamatan. Direksi turun langsung melihat kondisi jalur dan memutuskan tindak lanjutnya di tempat. Ini adalah praktik baik dalam memastikan sistem keselamatan berjalan,” ujar Soerjanto. Menurutnya, pendekatan langsung ini memungkinkan pengambilan keputusan cepat terhadap temuan di lapangan sehingga mitigasi risiko dapat dilakukan secara efektif.

Dody Budiawan dari KAI menekankan bahwa peran transportasi kereta api sangat vital dalam mendukung mobilitas masyarakat dan menggerakkan roda perekonomian di berbagai wilayah. KAI telah meningkatkan infrastruktur dengan memasang 84.525 meter rel baru, 189.883 meter kubik batu kricak, dan 12.084 batang bantalan sintetis pada jembatan baja. Pusat Posko Terpadu Nataru beroperasi penuh memantau perjalanan secara waktu nyata untuk memastikan seluruh aspek operasional berjalan terkendali. Melalui kesiapan menyeluruh ini, KAI berkomitmen memberikan layanan transportasi yang aman, nyaman, dan andal bagi masyarakat yang bepergian pada masa Nataru.

(Redaksi)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *