Jakarta, 2 Desember 2025 – Kereta yang mengutamakan petani dan pedagang di lintas Commuter Line Merak kini berperan menjaga kelancaran mobilitas pasokan pangan ke berbagai pasar di Banten. PT Kereta Api Indonesia (Persero) merancang Kereta Petani dan Pedagang sebagai moda angkutan berbasis rel yang didedikasikan untuk mengangkut hasil panen, olahan makanan, dan barang dagangan lain secara rutin dan terjadwal. Dengan kapasitas bagasi yang memadai serta tarif terjangkau, layanan ini diharapkan membantu menjaga ketersediaan pasokan di pasar-pasar utama di Serang, Cilegon, dan Merak, sekaligus menekan risiko gangguan distribusi.
Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba menilai, keberadaan kereta khusus ini penting dalam menjaga stabilitas pasokan dan mendukung ketahanan pangan lokal. “Layanan ini membantu kelancaran aktivitas perdagangan harian masyarakat, khususnya petani dan pedagang kecil yang mengandalkan transportasi berbasis rel,” ujar Anne. Ia menambahkan, desain kereta yang dikerjakan Balai Yasa Surabaya Gubeng memungkinkan pengangkutan barang dalam jumlah tertentu tanpa mengganggu alur penumpang. Fasilitas tersebut menjadikan kereta ini sarana yang handal untuk membawa produk pangan dari sentra produksi ke pasar.
Tarif Kereta Petani dan Pedagang ditetapkan Rp3.000, setara KRL reguler melalui skema PSO DJKA, sehingga tidak membebani petani dan pedagang kecil. Pengguna dapat membawa maksimal dua koli barang dengan ukuran 100 cm x 40 cm x 30 cm, dan bagi pemegang Kartu Petani dan Pedagang, tiket bisa dibeli sejak H-7 dengan boarding lebih awal. Aturan ini membuat proses pengiriman pasokan pangan ke pasar lebih terencana dan mengurangi kemungkinan keterlambatan. Uji teknis, sertifikasi, dan signage keselamatan yang terpasang juga memastikan distribusi berlangsung aman.
Kereta ini dirangkaikan pada 14 perjalanan Commuter Line Merak yang melayani 11 stasiun dari Rangkasbitung hingga Merak. Pada hari pertama operasional, 95 pengguna tercatat membawa barang berupa hasil pertanian dan olahan makanan untuk memenuhi kebutuhan pasar di Serang dan Cilegon. Anne menegaskan, KAI bersama Pemerintah akan terus mengoptimalkan peran kereta yang mengutamakan petani dan pedagang ini dalam menjaga kelancaran pasokan pangan, sehingga masyarakat dapat menikmati harga yang lebih stabil dan akses bahan makanan yang lebih terjamin.
(Redaksi)

