Jakarta, 2 Desember 2025 – Kereta Petani dan Pedagang menciptakan ekosistem mobilitas yang saling menguntungkan semua pihak di Banten. PT Kereta Api Indonesia (Persero) mendesain layanan ini tidak hanya untuk kepentingan petani dan pedagang, tetapi juga mengintegrasikan kepentingan berbagai stakeholders dalam satu ekosistem. Petani diuntungkan dengan akses pasar yang lebih luas, pedagang dengan biaya distribusi yang lebih rendah, konsumen dengan produk lebih segar dan murah, pemerintah dengan stabilitas ekonomi dan pangan, serta KAI sendiri dengan pemanfaatan kapasitas yang lebih optimal. Ekosistem win-win ini penting untuk keberlanjutan jangka panjang layanan. Balai Yasa Surabaya Gubeng merancang kereta ini dengan visi ekosistem yang holistik.

Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba menjelaskan, Kereta Petani dan Pedagang menciptakan ekosistem yang saling menguntungkan. “Layanan ini membantu kelancaran aktivitas perdagangan harian masyarakat, khususnya petani dan pedagang kecil yang mengandalkan transportasi berbasis rel,” kata Anne. Menurutnya, ekosistem ini dirancang agar semua pihak mendapat nilai tambah. Petani mendapat margin lebih baik dengan menjual langsung ke pasar tanpa pengepul, pedagang menghemat biaya transportasi hingga 70% dibanding angkutan jalan, konsumen mendapat produk segar karena distribusi lebih cepat, pemerintah mendapat stabilitas harga dan pasokan, sementara KAI mendapat utilisasi aset yang lebih tinggi tanpa investasi besar.

Kereta Petani dan Pedagang memiliki kapasitas 73 kursi dan area bagasi yang mendukung ekosistem dengan memfasilitasi pergerakan barang dalam volume yang cukup signifikan. Dengan tarif Rp3.000 melalui skema PSO DJKA, ekosistem ini dijaga sustainabilitas finansialnya melalui subsidi pemerintah yang menutup gap biaya operasional. Sarana kereta yang berkualitas dengan 14 perjalanan per hari memastikan ekosistem dapat berfungsi dengan andal setiap hari.

Kereta ini melayani 11 stasiun dari Rangkasbitung hingga Merak. Pada hari pertama operasional, ekosistem mulai terbentuk dengan 95 pengguna yang memfasilitasi transaksi ekonomi yang menguntungkan berbagai pihak. Anne menegaskan, “KAI akan terus berkolaborasi dengan Pemerintah untuk menghadirkan layanan yang memberi manfaat sosial dan ekonomi,” sehingga ekosistem mobilitas yang saling menguntungkan ini dapat terus tumbuh dan berkembang, menciptakan dampak positif yang berkelanjutan bagi seluruh masyarakat Banten.

(Redaksi)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *