Jakarta, 22 Oktober 2025 – Setelah lebih dari dua dekade beroperasi, KA Argo Bromo Anggrek kini tampil semakin pintar dan ramah lingkungan. PT Kereta Api Indonesia (Persero) terus melakukan pembaruan terhadap layanan unggulannya ini untuk menjawab kebutuhan transportasi modern yang cepat, nyaman, dan berkelanjutan.
Dalam kurun waktu Januari hingga September 2025, Argo Bromo Anggrek mencatat 288.065 pelanggan dengan rekor tertinggi pada bulan September sebanyak 38.529 penumpang. Angka ini menunjukkan bahwa minat masyarakat terhadap moda transportasi ramah lingkungan terus meningkat.
“KA Argo Bromo Anggrek adalah representasi komitmen KAI dalam menghadirkan perjalanan yang cepat, nyaman, dan berkelas. Setiap pengembangan kami lakukan dengan memperhatikan keselamatan, kenyamanan pelanggan, serta efisiensi energi,” ujar Vice President Public Relations KAI, Anne Purba.
Transformasi pintar yang dilakukan KAI mencakup integrasi sistem digital dalam pemantauan operasional, peningkatan efisiensi energi, dan penggunaan rangkaian stainless steel produksi PT INKA. Material baru ini lebih ringan, kuat, dan mendukung pengurangan konsumsi bahan bakar.
Selain itu, Argo Bromo Anggrek juga mengadopsi sistem informasi perjalanan digital untuk memberikan kemudahan bagi pelanggan dalam memantau jadwal, kursi, dan layanan secara real time. KAI memadukan kecanggihan teknologi dengan pengalaman perjalanan yang humanis.
Mulai 1 Juni 2025, KAI memperkenalkan Compartment Suite Class, kelas eksklusif dengan privasi tinggi yang dirancang menggunakan pendekatan ergonomis. Fitur ini memperkaya pengalaman pelanggan di tengah tren smart travel.
Langkah-langkah tersebut mendukung kebijakan pemerintah dalam Program Asta Cita yang berfokus pada transportasi publik rendah emisi dan berbasis teknologi. Argo Bromo Anggrek kini menjadi contoh ideal integrasi antara kemajuan teknologi dan tanggung jawab lingkungan.
“KAI akan terus menjaga semangat inovasi ini, dari rel ke rel dan dari generasi ke generasi, demi menciptakan transportasi publik yang aman, modern, dan berkelanjutan bagi Indonesia,” tutup Anne. (Redaksi)

