Jakarta, 13 September 2025 – Julukan “The Sunrise of Java” untuk Banyuwangi kian menggaung di dunia internasional. PT Kereta Api Indonesia (Persero) mencatat, sepanjang Agustus 2025, Stasiun Banyuwangi Kota melayani 1.696 wisatawan mancanegara (wisman), menjadikannya salah satu titik penting dalam peta perjalanan kereta api di Nusantara.
Banyuwangi semakin dikenal berkat daya tarik alamnya, mulai dari Kawah Ijen dengan fenomena api biru, Taman Nasional Baluran, hingga deretan pantai eksotis seperti Pulau Merah dan Plengkung. Wisatawan asing memilih kereta api sebagai moda transportasi utama menuju ke sana karena lebih nyaman dan langsung menghubungkan berbagai kota besar di Jawa.
Vice President Public Relations KAI Anne Purba menegaskan bahwa tren positif ini bukan sekadar angka, melainkan simbol kepercayaan turis asing terhadap layanan KAI. “Kereta api menjadi andalan karena menawarkan perjalanan yang nyaman, tepat waktu, dan menghubungkan langsung wisatawan ke berbagai destinasi unggulan di Jawa dan Sumatera,” ujarnya.
Peningkatan jumlah wisman yang berkunjung ke Banyuwangi juga dipicu oleh agenda budaya internasional, salah satunya Jember Fashion Carnaval yang berlangsung di wilayah tetangga, Jember. Event ini kerap menjadi titik awal sebelum wisatawan melanjutkan perjalanan ke Banyuwangi.
Kereta api memungkinkan perjalanan lancar dari kota-kota besar seperti Surabaya, Malang, dan Probolinggo langsung menuju Banyuwangi. Aksesibilitas ini memperkuat citra Banyuwangi sebagai destinasi yang mudah dijangkau.
Selain itu, tren wisata alam berbasis petualangan semakin diminati turis asing. Kawah Ijen dengan trekking menantang, atau Taman Nasional Baluran yang dijuluki “Africa van Java”, menjadi alasan utama turis memilih jalur ini.
Menurut data KAI, Banyuwangi kini sejajar dengan kota-kota besar lainnya di Jawa yang sudah lebih dulu dikenal turis asing. Kehadirannya dalam 10 besar stasiun favorit wisman menegaskan statusnya sebagai destinasi kelas dunia.
Dengan dukungan transportasi kereta api, Banyuwangi dipastikan akan semakin kuat menancapkan citra sebagai “The Sunrise of Java” yang memikat wisatawan mancanegara. (Redaksi)

