Jakarta, 03 November 2025 – PT Kereta Api Indonesia (Persero) melalui program Kereta Petani dan Pedagang berupaya menciptakan sinergi antara petani, pedagang, dan transportasi. Inovasi ini menjadi jembatan yang menghubungkan pelaku sektor riil dengan sistem logistik modern berbasis rel.
Program ini digagas oleh KAI Commuter dan melibatkan dukungan penuh dari Balai Yasa Surabaya Gubeng, yang merancang kereta khusus untuk mengakomodasi kebutuhan distribusi barang hasil bumi. Layanan ini akan dioperasikan secara bertahap mulai dari wilayah Banten.
Vice President Public Relations KAI, Anne Purba, menuturkan bahwa KAI berfokus pada penciptaan manfaat ekonomi berkelanjutan bagi masyarakat.
“Melalui KAI Commuter, kami sedang menyiapkan konsep pengoperasian layanan yang akan membantu petani dan pedagang menjangkau pasar dengan lebih mudah, efisien, dan berbiaya terjangkau. Transportasi berbasis rel berperan penting dalam memperkuat rantai pasok dan mendorong ekonomi daerah,” jelas Anne.
Dengan terjalinnya sinergi ini, jalur rel tidak lagi hanya menjadi sarana mobilitas penumpang, tetapi juga infrastruktur yang menggerakkan perekonomian masyarakat bawah.
KAI juga berkoordinasi dengan Direktorat Jenderal Perkeretaapian (DJKA) Kemenhub untuk memastikan kesiapan teknis dan keselamatan dalam setiap tahap implementasi program.
Diharapkan, sinergi antara petani, pedagang, dan KAI ini mampu menciptakan rantai pasok nasional yang lebih efisien serta mendukung ketahanan pangan nasional melalui sistem distribusi berbasis rel.
“Program ini masih dalam tahap persiapan, dan kami ingin memastikan setiap langkahnya berorientasi pada keselamatan dan kesejahteraan masyarakat. Inovasi ini diharapkan menjadi langkah awal untuk memperkuat ekonomi masyarakat melalui transportasi yang inklusif dan produktif,” tutup Anne. (Redaksi)

