Jakarta, 6 Oktober 2025 – PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI terus memperluas jangkauan layanannya untuk mewujudkan logistik yang inklusif bagi seluruh lapisan masyarakat. Melalui pengembangan layanan retail dan sistem distribusi yang terintegrasi, KAI memastikan bahwa akses terhadap layanan logistik tidak hanya dinikmati oleh industri besar, tetapi juga oleh pelaku UMKM dan masyarakat umum.
EVP Komunikasi Perusahaan KAI, Raden Agus Dwinanto Budiadji mengatakan bahwa inklusivitas menjadi salah satu prinsip utama dalam strategi pengembangan bisnis KAI. “Kami ingin menghadirkan layanan logistik yang bisa diakses oleh siapa saja, dari pengusaha besar hingga pedagang kecil di daerah,” ujarnya.
Dalam layanan retail yang diluncurkan KAI, masyarakat dapat mengirimkan barang dengan mudah melalui sistem yang transparan dan efisien. Layanan ini juga menawarkan tarif yang kompetitif, menjadikannya pilihan ideal bagi pelaku usaha kecil yang ingin memperluas jangkauan distribusi produknya.
KAI memanfaatkan jaringan rel yang luas dan strategis sebagai tulang punggung distribusi nasional. Dengan konektivitas yang menjangkau wilayah perkotaan hingga pelosok daerah, KAI berperan besar dalam memperlancar arus barang dan memperkuat ekonomi lokal.
Selain itu, KAI menerapkan digitalisasi sistem logistik yang memungkinkan pengguna memantau status pengiriman secara real-time. Hal ini meningkatkan transparansi dan memberikan kemudahan bagi pelanggan dalam mengelola kebutuhan distribusi mereka.
“Digitalisasi bukan hanya soal efisiensi, tetapi juga soal keadilan akses. Dengan sistem daring, siapa pun bisa mengirim barang tanpa harus bergantung pada operator besar,” jelas Raden Agus.
Upaya KAI menghadirkan layanan logistik inklusif juga didukung melalui kerja sama dengan pemerintah daerah dan mitra logistik swasta. Kolaborasi ini memastikan layanan distribusi KAI bisa dimanfaatkan secara luas oleh masyarakat.
Dengan langkah strategis tersebut, KAI tidak hanya menjadi operator transportasi, tetapi juga motor penggerak pemerataan ekonomi nasional melalui layanan logistik yang adil, efisien, dan inklusif. (Redaksi)

