Jakarta, 21 September 2025 – Perwujudan konektivitas optimal di Stasiun Ketapang merupakan manifestasi komitmen PT Kereta Api Indonesia (Persero) dalam melayani mobilitas masyarakat yang semakin dinamis. Konsep konektivitas optimal ini diwujudkan melalui paduan lancar antara berbagai moda transportasi, fasilitas pendukung yang menyeluruh, dan layanan digital yang memfasilitasi perjalanan berbagai moda dengan efisiensi maksimal.

Konektivitas optimal Stasiun Ketapang didukung oleh rancangan infrastruktur yang strategis sejak pembangunannya pada tahun 1984-1985. Lokasi yang hanya berjarak 100 meter dari Pelabuhan Ketapang menciptakan keunggulan alamiah dalam mewujudkan konektivitas optimal antara transportasi darat dan laut. Keputusan strategis untuk menggantikan Stasiun Banyuwangi Lama dengan Stasiun Ketapang menunjukkan visi jangka panjang dalam menciptakan simpul transportasi yang optimal.

Perwujudan konektivitas optimal tercermin melalui pengelolaan kapasitas yang efektif dalam melayani 1.000-1.500 penumpang per hari dengan kemampuan peningkatan hingga 24.000 penumpang pada puncak liburan. Keberagaman layanan melalui 11 kereta pulang pergi reguler, termasuk relasi unggulan seperti KA Blambangan Ekspres dan KA Ijen Ekspres, memberikan fleksibilitas optimal bagi mobilitas masyarakat dari berbagai asal dan tujuan.

VP Public Relations KAI, Anne Purba, menegaskan fokus pada mobilitas masyarakat. “Dengan adanya integrasi ini, mobilitas masyarakat, terutama yang berasal dari Bali dan Nusa Tenggara, menjadi lebih lancar dan efisien,” ungkapnya. Perwujudan konektivitas optimal akan terus ditingkatkan melalui pembangunan jembatan penyeberangan, pengembangan fasilitas pendukung, dan optimalisasi layanan digital melalui aplikasi Access by KAI untuk menciptakan ekosistem mobilitas yang benar-benar optimal bagi masyarakat.

(Redaksi)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *