Jakarta, 06 November 2025 – Komitmen pemerintah untuk memperkuat transportasi publik nasional kini diwujudkan melalui langkah konkret PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI. Dengan dukungan penuh Presiden Prabowo Subianto, KAI melanjutkan program modernisasi armada KRL guna menghadirkan sistem mobilitas perkotaan yang efisien, terjangkau, dan ramah lingkungan.
Dukungan pemerintah ini menjadi sinyal kuat bagi sektor transportasi publik untuk terus berkembang sejalan dengan visi Indonesia Emas 2045. Modernisasi KRL dianggap sebagai langkah strategis untuk mengurai kemacetan di wilayah metropolitan dan meningkatkan konektivitas antarkota.
Presiden Prabowo menegaskan bahwa transportasi publik menjadi tulang punggung aktivitas ekonomi masyarakat. “Kita ingin masyarakat Indonesia memiliki akses transportasi yang cepat, aman, dan nyaman. KAI memiliki peran besar dalam mewujudkan hal itu,” ujar Presiden Prabowo.
KAI menyambut baik kepercayaan yang diberikan pemerintah dengan mempercepat pengadaan 30 rangkaian KRL baru yang akan beroperasi di wilayah Jabodetabek dan sekitarnya. Program ini diharapkan menjadi titik awal bagi pembangunan transportasi publik berkelanjutan di Indonesia.
Direktur Utama KAI, Didiek Hartantyo, menyampaikan bahwa proyek tersebut bukan hanya soal penambahan armada, tetapi juga transformasi sistem layanan. “Kami berkomitmen untuk menghadirkan transportasi yang tidak hanya efisien, tetapi juga ramah lingkungan dan berteknologi tinggi,” katanya.
Melalui dukungan pemerintah, KAI memperkuat sinergi lintas sektor, termasuk kerja sama dengan produsen kereta nasional seperti PT INKA dan mitra internasional untuk pengembangan teknologi transportasi modern.
Inisiatif ini juga membuka peluang besar bagi tenaga kerja lokal dan industri pendukung dalam negeri. Dengan begitu, manfaatnya tidak hanya terasa di bidang mobilitas, tetapi juga di sektor ekonomi dan industri nasional.
Langkah KAI dan pemerintah ini menjadi wujud nyata dari transformasi transportasi publik menuju sistem yang inklusif, hijau, dan berkelanjutan untuk masa depan Indonesia. (Redaksi)

