Yogyakarta, 27 November 2025 – Upaya mewujudkan konektivitas antarmoda di wilayah Yogyakarta hingga Solo Raya kembali diperkuat KAI Services melalui peningkatan fasilitas parkir di seluruh stasiun lintas KRL. Langkah ini diambil untuk memberikan kemudahan bagi masyarakat yang mengandalkan kendaraan pribadi sebelum melanjutkan perjalanan menggunakan transportasi massal.
KAI Services kini mengelola total 5.052 Satuan Ruang Parkir (SRP), mencakup 4.205 SRP sepeda motor dan 847 SRP mobil. Fasilitas tersebut tersedia di Stasiun Yogyakarta, Lempuyangan, Brambanan, Ceper, Klaten, Delanggu, Gawok, Purwosari, Solo Balapan, Solo Jebres, dan Palur. Penyediaan kapasitas tersebut diharapkan dapat menjawab kebutuhan mobilitas yang terus meningkat serta mendorong perpindahan masyarakat ke moda transportasi publik yang lebih efisien.
Untuk memastikan operasional yang berjalan optimal, sebanyak 89 petugas parkir diterjunkan di seluruh stasiun. Mereka bertugas mengatur kelancaran kendaraan, memastikan keamanan area parkir, serta membantu pengguna agar layanan berlangsung tertib dan nyaman.
Manager Corporate Communication KAI Services, Nyoman Suardhita, menegaskan bahwa penguatan layanan parkir merupakan bagian dari strategi besar perusahaan dalam mendukung konektivitas.
“KAI Services berkomitmen memberikan dukungan penuh terhadap terwujudnya angkutan terintegrasi. Penyediaan fasilitas parkir yang memadai dan layanan yang terstandarisasi merupakan salah satu bentuk kontribusi kami agar perpindahan moda dari kendaraan pribadi menuju KRL dapat berlangsung dengan mudah, aman, dan nyaman,” ujar Nyoman.
Ia menambahkan bahwa peningkatan layanan pendukung seperti parkir juga menjadi cara efektif untuk mendorong masyarakat beralih ke transportasi yang lebih ramah lingkungan dan berkelanjutan.
KAI Services turut mengimbau masyarakat agar mengikuti arahan petugas, menjaga ketertiban, serta memastikan keamanan kendaraan di area stasiun. Sinergi antara pengguna dan penyedia layanan diharapkan mampu menciptakan lingkungan transportasi yang semakin terintegrasi. (Redaksi)

