Jakarta, 23 Desember 2025 – Fungsi ganda Stasiun Perbaungan sebagai terminal penumpang dan hub distribusi komoditas perkebunan menjadi pertimbangan utama PT Kereta Api Indonesia Divisi Regional I Sumatera Utara dalam melakukan renovasi menyeluruh. Stasiun yang telah beroperasi sejak 1890 ini tidak hanya melayani mobilitas manusia, tetapi juga menjadi titik vital dalam rantai pasokan minyak kelapa sawit dari PKS Adolina milik PTPN IV Regional 2.
Proyek penataan yang selesai tepat menjelang periode angkutan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 ini merupakan respons KAI terhadap meningkatnya permintaan layanan transportasi. Data internal menunjukkan bahwa dari Januari hingga November 2025, sebanyak 48.305 pelanggan telah menggunakan jasa kereta api di stasiun ini. Pertumbuhan konsisten ini menandakan bahwa masyarakat Serdang Bedagai semakin mempercayai kereta api sebagai moda transportasi yang andal, baik untuk perjalanan pribadi maupun pengiriman barang.
Vice President KAI Divre I Sumatera Utara, Sofan Hidayah, menekankan pentingnya posisi strategis Stasiun Perbaungan dalam sistem transportasi regional dan ekonomi daerah. Stasiun ini tidak hanya melayani penumpang dari berbagai tujuan, tetapi juga memfasilitasi distribusi komoditas perkebunan yang menjadi tulang punggung ekonomi lokal. “Selesainya penataan ini bertepatan dengan momen libur Nataru. Kami ingin memberikan kemudahan akses dan kenyamanan ekstra bagi para pelanggan yang akan naik dan turun kereta api di Serdang Bedagai. Ini adalah dedikasi kami untuk mobilitas warga yang lebih baik,” jelas Sofan mengenai komitmen KAI terhadap peningkatan layanan.
Berbagai fasilitas telah diperbarui untuk meningkatkan kenyamanan penumpang. Musholla diperluas dengan kapasitas yang lebih memadai, toilet direnovasi dengan standar kebersihan tinggi, ruang tunggu dilengkapi sistem pendingin udara, dan loket tiket ditata ulang dengan desain yang lebih efisien. Pembangunan atap pelindung di area peron menjadi inovasi penting yang melindungi penumpang dari cuaca ekstrem. Halaman depan stasiun juga mengalami restrukturisasi dengan pembagian zona yang jelas untuk parkir dan drop zone, menciptakan sirkulasi kendaraan yang lebih tertib dan mengurangi potensi kemacetan.
(Redaksi)

