Jakarta, 19 Oktober 2025 – PT Kereta Api Indonesia (Persero) memperkokoh konektivitas Lampung melalui integrasi layanan KA Rajabasa dengan transportasi menuju Jakarta dan Bandung. Kereta api yang menempuh jarak 388 kilometer dari Bandar Lampung hingga Palembang ini menjadi relasi terpanjang di Sumatra. Sepanjang periode Januari hingga September 2025, layanan ini berhasil mengangkut 505.251 penumpang, naik dari 461.160 penumpang pada periode yang sama tahun 2024. Yang membuat konektivitas ini semakin kuat adalah adanya integrasi dengan layanan bus di Stasiun Tanjungkarang yang menghubungkan Lampung dengan kota-kota besar di Jawa.

Perjalanan KA Rajabasa dari Stasiun Kertapati di Palembang menuju Stasiun Tanjungkarang di Bandar Lampung memakan waktu sekitar 9 jam 20 menit dengan tarif terjangkau Rp29.000 sampai Rp32.000 berkat subsidi Public Service Obligation (PSO). Setiba di Stasiun Tanjungkarang, penumpang dapat langsung melanjutkan perjalanan menuju Jakarta dan Bandung melalui layanan bus yang terintegrasi di area stasiun. Sistem integrasi antarmoda ini menciptakan konektivitas lintas pulau yang efisien dan terjangkau.

Integrasi layanan ini membuka peluang mobilitas yang jauh lebih luas bagi masyarakat Sumatra untuk mengakses pusat-pusat ekonomi dan pendidikan di Jawa. Pelajar dari Palembang dapat melanjutkan studi di universitas-universitas terkemuka di Jakarta atau Bandung. Pekerja dapat mencari peluang karier di sektor industri dan jasa yang lebih berkembang di Jawa. Pengusaha dapat memperluas jaringan bisnis mereka lintas pulau. Wisatawan dapat dengan mudah menjelajahi berbagai destinasi dari Sumatra hingga Jawa dalam satu perjalanan yang terintegrasi.

“KA Rajabasa hadir sebagai jembatan mobilitas antara Lampung dan Sumatra Selatan. Relasi panjang ini membuka peluang bagi masyarakat dari berbagai daerah untuk menempuh pendidikan, bekerja, dan menjelajahi potensi wisata di sepanjang lintasan,” ujar Vice President Public Relations KAI Anne Purba. Dengan mengintegrasikan layanan ke Jakarta dan Bandung, KAI memperkokoh posisi Lampung sebagai simpul konektivitas strategis yang menghubungkan Sumatra dan Jawa, membuka peluang ekonomi yang lebih besar dan memperkuat integrasi nasional melalui mobilitas yang efisien.

(Redaksi)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *