Jakarta, 28 Agustus 2025 – PT Kereta Api Indonesia (Persero) memperkuat strategi non-farebox dengan menghadirkan ekosistem retail dan hunian di kawasan stasiun. Langkah ini dilakukan untuk memperkaya pengalaman pelanggan sekaligus menciptakan nilai tambah di luar layanan transportasi.
Transformasi ini menjadikan perjalanan kereta api lebih dari sekadar mobilitas. Pelanggan kini dapat menikmati fasilitas retail modern, ruang kuliner, hingga hunian terintegrasi yang dekat dengan akses transportasi publik.
Executive Vice President Corporate Secretary KAI, Raden Agus Dwinanto Budiadji, menjelaskan, “Kami ingin memberikan pengalaman yang lebih menyeluruh bagi pelanggan. Dengan adanya ekosistem retail dan hunian, perjalanan kereta api menjadi bagian dari gaya hidup modern.”
Ekosistem ini dirancang untuk menghubungkan kebutuhan pelanggan sehari-hari dengan layanan transportasi. Kehadiran retail di stasiun memudahkan akses belanja, sementara hunian terintegrasi memberikan efisiensi mobilitas harian.
Dengan potensi 286 juta penumpang per tahun, ekosistem ini juga menciptakan peluang bisnis yang sangat besar. KAI memanfaatkan arus konsumen tersebut untuk menghadirkan ruang usaha yang strategis sekaligus mendukung pertumbuhan UMKM.
Selain aspek ekonomi, KAI juga menekankan keberlanjutan dalam setiap pengembangan. Hunian terintegrasi dan retail space dirancang dengan konsep ramah lingkungan yang sesuai dengan kebutuhan kota modern.
Transformasi ini diharapkan dapat memperkuat citra KAI sebagai brand lifestyle, bukan hanya operator transportasi. Stasiun menjadi titik pertemuan antara mobilitas, bisnis, dan gaya hidup masyarakat urban.
“Kehadiran ekosistem retail dan hunian adalah langkah nyata KAI untuk memperkaya pengalaman pelanggan, sekaligus memberikan dampak positif bagi masyarakat luas,” ujar Agus. (Redaksi)

