Jakarta, 06 November 2025 – PT Kereta Api Indonesia (KAI) terus mempercepat langkah digitalisasi dan modernisasi dalam layanan transportasi publik. Dukungan penuh Presiden Prabowo Subianto terhadap pengadaan 30 rangkaian KRL baru menjadi pemicu penting bagi KAI untuk memperkuat infrastruktur berbasis teknologi digital.

Presiden Prabowo menilai bahwa transformasi digital di sektor transportasi publik merupakan keniscayaan. “Kalau untuk rakyat banyak, saya tidak ragu-ragu,” ujarnya, menegaskan komitmen pemerintah terhadap pelayanan publik berkualitas tinggi.

Direktur Utama KAI, Bobby Rasyidin, menyebutkan bahwa armada baru akan dilengkapi dengan sistem kendali otomatis, pemantauan berbasis IoT, serta teknologi informasi real-time untuk meningkatkan efisiensi dan keselamatan perjalanan. “Kami menargetkan sistem yang lebih terintegrasi dan responsif,” katanya.

Modernisasi ini juga sejalan dengan upaya KAI untuk memperluas layanan digital bagi pelanggan. Pengguna nantinya dapat memantau jadwal, kepadatan, dan status perjalanan KRL melalui aplikasi terintegrasi KAI Access.

Selain memperkuat kenyamanan dan efisiensi, digitalisasi turut membantu KAI dalam menekan biaya operasional serta mempercepat proses perawatan armada. Teknologi berbasis data memungkinkan analisis kondisi sarana secara lebih akurat.

Vice President Public Relations KAI, Anne Purba, menjelaskan bahwa langkah ini akan mempercepat realisasi visi KAI sebagai operator transportasi publik modern. “Digitalisasi bukan sekadar inovasi, tapi kebutuhan untuk menjawab tantangan mobilitas masa depan,” ujarnya.

Dengan total investasi Rp5 triliun, proyek pengadaan 30 KRL baru ini juga memperkuat sinergi antara pemerintah, KAI, dan Kementerian Perhubungan dalam memperluas akses transportasi publik berkelanjutan.

“KAI berkomitmen menjadi pionir dalam modernisasi layanan publik berbasis digital di Indonesia,” tutup Anne. (Redaksi)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *