Jakarta, 30 November 2025 – Dalam upaya membantu korban banjir di tiga provinsi di Sumatera, PT Kereta Api Indonesia (Persero) memastikan bahwa seluruh proses penyaluran bantuan dilakukan secara aman dan terkoordinasi. Melalui program KAI Quick Response Peduli Bencana, bantuan didistribusikan dengan melibatkan berbagai pihak mulai dari pemerintah daerah, BPBD, hingga relawan di lapangan. Sinergi ini menjadi kunci agar bantuan bisa sampai kepada masyarakat tanpa hambatan.

Executive Vice President (EVP) Corporate Secretary KAI, Raden Agus Dwinanto Budiadji, mengungkapkan bahwa peran banyak pihak sangat penting dalam menjamin kelancaran distribusi. “KAI bergerak cepat menyalurkan bantuan untuk warga di Sumatera Utara, Aceh, dan Sumatera Barat. Penanganan bencana membutuhkan kolaborasi yang kuat, dan kami berkomitmen memastikan dukungan yang kami berikan dapat meringankan beban masyarakat serta membantu proses pemulihan,” ujar Agus. Ia menegaskan bahwa sinergi multipihak memperkuat efektivitas proses penanganan bencana.

Di Medan, bantuan senilai Rp50 juta disalurkan dengan dukungan penuh dari pemerintah kota dan BPBD. Penyaluran dilakukan pada Jumat (28/11) dan langsung diarahkan ke wilayah-wilayah yang paling membutuhkan. Bantuan tersebut mencakup makanan siap saji, air mineral, selimut, sarung, obat-obatan, serta perlengkapan dasar lainnya yang diperlukan warga terdampak.

Untuk Aceh, koordinasi antara KAI Sub Divre I.1 Aceh dan BPBD memungkinkan bantuan senilai Rp50 juta dapat segera bergerak ketika akses jalan kembali terbuka. Bantuan tersebut langsung didistribusikan ke daerah terdampak, menunjukkan bahwa kesiapan semua pihak menjadi faktor utama dalam menembus hambatan medan pascabencana.

Di Sumatera Barat, dua tahap bantuan telah diselesaikan bekerja sama dengan BPBD Provinsi Sumbar dan anggota DPRD setempat. Tahap pertama menyediakan kebutuhan dasar masyarakat, sementara tahap kedua memperkuat dukungan dengan penambahan selimut, terpal, tikar, air mineral, serta family kits. Proses penyerahan dan pendistribusian berjalan aman serta mendapat pengawasan dari berbagai pihak untuk menjamin transparansi.

KAI juga tengah menyiapkan bantuan tambahan berupa layanan kesehatan gratis dan penyediaan kantong jenazah untuk wilayah Sumatera Barat. Program lanjutan ini akan digulirkan pada awal Desember 2025 sebagai langkah dalam menjawab kebutuhan darurat yang belum tertangani dalam penyaluran logistik.

Agus menjelaskan bahwa seluruh rangkaian penyaluran bantuan dilakukan melalui pemetaan kebutuhan dan evaluasi harian di lapangan. “Program CSR KAI selalu kami jalankan secara terukur, responsif, dan berkelanjutan. Kami memastikan setiap bantuan disalurkan berdasarkan koordinasi intensif dengan pemerintah daerah dan BPBD agar benar-benar tepat sasaran. Bagi KAI, bantuan kemanusiaan bukan hanya bentuk kepedulian, tetapi komitmen untuk hadir bagi masyarakat di saat mereka membutuhkan,” jelasnya.

Sinergi antara KAI, pemerintah daerah, BPBD, dan relawan telah memastikan bahwa bantuan tersalurkan kepada mereka yang paling membutuhkan dengan aman dan segera. KAI berkomitmen untuk terus berada di garis depan dalam mendukung upaya pemulihan masyarakat yang terdampak bencana (Redaksi).

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *