Jakarta, 10 September 2025 – Pencapaian fenomenal PT Kereta Api Indonesia (Persero) kembali mencuri perhatian di Forum ASEAN Railway CEOs Conference 2025 di Kuala Lumpur, Malaysia. Direktur Utama KAI Bobby Rasyidin dengan bangga mengungkapkan lonjakan pendapatan perusahaan yang mencapai 35,9 triliun rupiah pada 2024, meningkat drastis dari 15,5 triliun rupiah pada 2021.
Momentum luar biasa ini tidak terlepas dari akar sejarah yang kuat, di mana Indonesia menjadi pelopor perkeretaapian di Asia Tenggara sejak jalur Semarang–Tanggung beroperasi pada 1867. “Warisan sejarah perkeretaapian Indonesia menjadi fondasi bagi KAI untuk terus berinovasi, tidak sekadar sebagai penyedia transportasi, melainkan sebagai simbol kemajuan yang menghubungkan seluruh bangsa dan menggerakkan roda perekonomian,” ungkap Bobby dengan antusias.
Strategi transformasi menyeluruh yang diterapkan KAI meliputi pengembangan sistem logistik nasional yang terintegrasi, implementasi teknologi digitalisasi canggih, dan otomasi proses operasional untuk meningkatkan keselamatan serta kualitas layanan. Pendekatan holistik ini memungkinkan KAI berkembang pesat menjadi penyedia layanan yang memberikan dampak positif bagi masyarakat luas.
Komitmen KAI untuk menghadirkan layanan transportasi rel berstandar internasional semakin nyata dengan ekspansi jaringan dan pengelolaan transportasi perkeretaapian hingga kancah global. Transformasi berkelanjutan ini bertujuan memposisikan Indonesia sebagai kekuatan utama dalam industri perkeretaapian Asia Tenggara dan mendorong pertumbuhan ekonomi regional.
(Redaksi)

