Jakarta, 12 November 2025 – PT Kereta Api Indonesia (Persero) mengoptimalkan pengamanan masa angkutan Nataru dengan menambah 287 petugas pemeriksa jalur dan 298 petugas penjaga perlintasan di seluruh wilayah operasional. Penambahan personel ini merupakan langkah strategis untuk meningkatkan intensitas pemeriksaan dan pengawasan terhadap prasarana kereta api. Petugas pemeriksa jalur bertugas melakukan inspeksi rutin dan tambahan terhadap kondisi rel, bantalan, jembatan, serta komponen prasarana lainnya untuk memastikan semuanya dalam kondisi optimal dan aman dilalui kereta api.
Petugas pemeriksa jalur memiliki peran krusial dalam menjaga keselamatan perjalanan kereta api. Mereka melakukan pengecekan secara berkala, termasuk inspeksi tambahan saat kondisi cuaca ekstrem seperti hujan lebat atau panas tinggi yang dapat mempengaruhi struktur rel. Vice President Public Relations KAI Anne Purba menjelaskan bahwa inspeksi dilakukan dengan teliti untuk mendeteksi potensi masalah sejak dini. “KAI memastikan seluruh prasarana dan petugas siap menghadapi lonjakan perjalanan menjelang libur panjang. Tujuan kami sederhana yaitu menjaga keselamatan pelanggan dan memastikan setiap perjalanan berjalan lancar,” ujar Anne. Dengan demikian, setiap anomali dapat segera ditangani sebelum berkembang menjadi gangguan serius.
Sementara itu, petugas penjaga perlintasan memiliki tanggung jawab mengamankan titik-titik pertemuan antara jalur kereta api dan jalan raya. Mereka bertugas memastikan tidak ada kendaraan yang melintasi rel saat kereta api akan melintas, serta mengatur arus lalu lintas di sekitar perlintasan. Penambahan 298 petugas penjaga perlintasan difokuskan pada lokasi-lokasi dengan volume kendaraan tinggi dan riwayat pelanggaran yang sering terjadi. Kehadiran petugas dalam jumlah yang lebih banyak diharapkan dapat meningkatkan ketertiban dan mengurangi risiko kecelakaan di perlintasan.
Selain tugas pengawasan, kedua jenis petugas ini juga berkoordinasi erat dengan pusat pengendalian operasi. Setiap temuan di lapangan dilaporkan secara real-time sehingga tindakan korektif dapat diambil dengan cepat. Petugas juga dilengkapi dengan peralatan komunikasi yang memadai untuk memastikan koordinasi berjalan lancar. Kombinasi antara inspeksi jalur yang intensif dan pengamanan perlintasan yang ketat menciptakan sistem pengamanan berlapis yang efektif. KAI yakin bahwa dengan optimalisasi petugas pemeriksa jalur dan penjaga perlintasan, perjalanan kereta api selama Nataru 2025-2026 akan berjalan dengan aman dan lancar.
(Redaksi)

