Jakarta, 28 Agustus 2025 – PT Kereta Api Indonesia (Persero) terus menggencarkan transformasi digital untuk memaksimalkan pendapatan non-farebox (NFB) melalui pengembangan layanan berteknologi tinggi. Vice President Public Relations KAI Anne Purba menjelaskan bahwa digitalisasi layanan di stasiun dan aplikasi mobile menjadi kunci utama dalam meningkatkan nilai ekonomi di luar penjualan tiket.

Anne menyampaikan, “Dengan menerapkan teknologi seperti platform e-commerce terintegrasi dan sistem kasir otomatis di area retail stasiun, KAI membuka peluang bagi mitra usaha untuk menjangkau pelanggan lebih luas serta mempercepat proses transaksi” (Redaksi). Inisiatif ini mencakup integrasi pembayaran digital, sistem loyalty program, dan pemanfaatan big data untuk menyesuaikan penawaran produk di titik-titik ritel stasiun.

Program digitalisasi juga meliputi pengembangan kios otomatis untuk pemesanan makanan dan minuman, serta layanan informasi interaktif berbasis layar sentuh di area publik stasiun. KAI menargetkan peningkatan pendapatan NFB hingga 15% pada akhir 2025, sejalan dengan percepatan adopsi teknologi oleh masyarakat urban di kota-kota besar.

Keberhasilan langkah ini tercermin dari peningkatan luas area retail digital di lima stasiun utama yang kini telah menampung lebih dari 120 tenant dengan ragam layanan digital. KAI berkomitmen menjaga kolaborasi dengan startup teknologi dan penyedia solusi digital untuk terus mengembangkan ekosistem NFB yang adaptif, efisien, dan berkelanjutan (Redaksi).

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *