Jakarta, 22 Desember 2025 – PT Kereta Api Indonesia (Persero) melakukan berbagai langkah antisipasi menghadapi cuaca hujan yang diprediksi akan berlangsung selama periode Nataru 2025. Prakiraan dari BMKG mengenai potensi hujan dengan intensitas tinggi di sejumlah wilayah Indonesia menjadi perhatian serius KAI dalam menjaga kelancaran mobilitas penumpang. Cuaca ekstrem ini berpotensi mengganggu akses menuju stasiun dan mempengaruhi ketepatan waktu keberangkatan kereta api.
Hujan deras dapat memicu berbagai permasalahan lalu lintas seperti kemacetan panjang, genangan air di beberapa ruas jalan, dan perlambatan arus kendaraan yang signifikan. Kondisi ini sangat berisiko bagi penumpang yang memiliki jadwal kereta ketat, terutama mengingat tingginya volume perjalanan selama masa Nataru. Hingga 22 Desember 2025 pukul 08.00 WIB, total penjualan tiket telah mencapai 2.447.504 tiket dari 3.506.104 tempat duduk yang tersedia, menandakan mobilitas masyarakat yang sangat padat.
Stasiun-stasiun dengan tingkat keberangkatan tertinggi tercatat di Pasar Senen, Yogyakarta, dan Gambir yang masing-masing melayani ratusan ribu penumpang. Anne Purba dari KAI menyampaikan bahwa perusahaan telah mengantisipasi dampak cuaca hujan terhadap perjalanan penumpang. “Kami mengimbau pelanggan untuk datang lebih awal ke stasiun dan tidak mepet dengan jadwal keberangkatan. Antisipasi kepadatan jalan akibat hujan penting dilakukan agar pelanggan terhindar dari risiko tertinggal kereta dan dapat memulai perjalanan dengan tenang,” ungkapnya mengenai strategi menghadapi cuaca buruk.
Sebagai bagian dari upaya antisipasi, KAI telah menyiapkan fasilitas pengering payung di stasiun-stasiun besar untuk menjaga kebersihan dan keamanan area publik. Fasilitas ini penting agar lantai stasiun tidak licin dan risiko kecelakaan dapat diminimalkan. KAI berharap dengan kombinasi kesiapan infrastruktur, fasilitas penunjang, dan kesadaran penumpang untuk datang lebih awal, mobilitas selama Nataru dapat tetap terkendali meskipun cuaca tidak bersahabat.
(Redaksi)

