Jember, 4 Desember 2025 – PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daop 9 Jember kembali menunjukkan kepeduliannya terhadap budaya Bali melalui bantuan TJSL senilai Rp 268 juta. Bantuan ini ditujukan untuk memperkuat sarana adat dan seni di empat lokasi berbeda di Bali.

Program ini menjadi bukti nyata KAI dalam menjaga kelangsungan tradisi lokal sekaligus meningkatkan kualitas hidup masyarakat di wilayah operasional perusahaan.

 “Kami percaya bahwa KAI harus tumbuh bersama masyarakat. Bantuan ini adalah bagian dari upaya kami untuk melestarikan kekayaan seni dan budaya lokal, khususnya di Bali, yang menjadi bagian penting dari wilayah operasional Daop 9 Jember. Total Rp 268 juta kami salurkan untuk empat lembaga penerima.” ucap Manager Hukum dan Humas Daop 9 Jember, Cahyo Widiantoro.

Penyerahan dilakukan secara simbolis dan bertahap pada 28 hingga 30 November 2025, dengan prosedur administrasi dan verifikasi ketat agar prinsip Good Corporate Governance (GCG) terpenuhi.

Hadir dalam kegiatan ini Manager Keuangan Fri Anistuti, Manager Kesehatan Ali Imron, dan Manager SDM serta Umum Rani Martini.

Rincian bantuan mencakup Soundsystem Suka Duka PB Garuda di Goris Pasar, Gerokgak (Rp 50 juta), pembangunan Piasan Dewa Hyang Pura Dadia Pasek GelGel Sadra di Tembuku, Bangli (Rp 70 juta), alat Beleganjur Pengiring Ida Ratu Gede Mas di Kelurahan Kubu, Bangli (Rp 80 juta), serta alat Selonding Jero Kubon di Desa Nyitdah, Kediri, Tabanan (Rp 68 juta).

Cahyo menambahkan, bantuan ini diharapkan memperlancar kegiatan adat dan seni, memberi manfaat jangka panjang, dan mempererat hubungan harmonis antara KAI dan masyarakat Bali.

Langkah ini menegaskan KAI Jember tidak hanya fokus pada transportasi, tetapi juga turut berperan aktif dalam pelestarian budaya. (Redaksi)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *