Jakarta, 21 Desember 2025 – Program promosi Nataru yang diluncurkan KAI Group menjadi demonstrasi konkret dari konsep transportasi terpadu yang telah lama dikembangkan. Melalui integrasi berbagai moda transportasi yang mencakup kereta jarak jauh, komuter, LRT, kereta bandara, hingga kereta cepat, KAI Group menciptakan ekosistem perjalanan yang seamless. Konsep ini memungkinkan penumpang berpindah antar moda dengan mudah, menciptakan pengalaman perjalanan yang efisien dari titik awal hingga destinasi akhir tanpa hambatan berarti.
Implementasi transportasi terpadu terlihat dari sinkronisasi program promosi di berbagai layanan. Diskon 30 persen untuk kereta antarkota dengan 1.509.080 tempat duduk dapat dikombinasikan dengan tarif khusus Rp50.000 Commuter Line Bandara untuk konektivitas ke bandara, atau tarif maksimal Rp10.000 LRT Jabodebek untuk mobilitas di kota tujuan. Hingga 21 Desember 2025 pukul 08.00 WIB, sebanyak 808.543 tiket kereta antarkota telah terjual, menunjukkan bahwa masyarakat mulai memanfaatkan sistem terpadu ini.
Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba menegaskan bahwa transportasi terpadu adalah visi jangka panjang KAI Group. “Sinergi seluruh entitas KAI Group, mulai dari kereta jarak jauh, layanan komuter, LRT, kereta bandara, hingga kereta cepat, bertujuan memastikan pelanggan memiliki banyak pilihan perjalanan yang saling terhubung,” ujarnya. Visi ini tidak hanya tentang menyediakan berbagai jenis layanan, tetapi juga memastikan bahwa layanan-layanan tersebut dapat bekerja secara harmonis untuk melayani kebutuhan perjalanan yang kompleks.
Keberhasilan transportasi terpadu juga didukung oleh integrasi sistem pemesanan melalui platform digital seperti Access by KAI, C-Access, dan kemitraan dengan Traveloka, BRImo, serta platform lainnya. Kereta cepat Whoosh dengan cashback hingga Rp100.000 juga menjadi bagian dari ekosistem ini, menghubungkan Jakarta dan Bandung dengan cepat. Dengan berbagai komponen yang saling mendukung, program Nataru membuktikan bahwa konsep transportasi terpadu bukan hanya wacana, tetapi telah menjadi kenyataan yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat Indonesia.
(Redaksi)

