Jakarta, 09 Agustus 2025 – Di tengah peningkatan jumlah penumpang yang signifikan, PT Kereta Api Indonesia (Persero) berhasil mempertahankan kinerja ketepatan waktu yang tinggi. Selama tujuh bulan pertama 2025, ketepatan waktu keberangkatan KA penumpang mencapai 99,56 persen, sementara kedatangan tepat waktu berada di angka 96,44 persen.

Total pelanggan KAI Group yang dilayani mencapai 286.571.681 orang, naik 9,04 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Lonjakan penumpang ini menunjukkan kepercayaan masyarakat yang terus bertambah terhadap layanan berbasis rel.

Vice President Public Relations KAI, Anne Purba, menyatakan bahwa seluruh moda di bawah KAI Group mengalami kenaikan jumlah pelanggan, termasuk kereta jarak jauh, lokal, commuter line, dan LRT.

“Seluruh moda di bawah KAI Group, mulai dari kereta jarak jauh, lokal, commuter line, hingga LRT, mencatat kenaikan. Ini sinyal positif bahwa transportasi berbasis rel kian menjadi pilihan utama masyarakat untuk mobilitas harian, perjalanan bisnis, hingga wisata,” ujar Anne.

LRT Jabodebek menjadi moda dengan pertumbuhan paling pesat, dengan kenaikan penumpang sebesar 47,23 persen. KAI Wisata juga naik signifikan, tumbuh 44,78 persen melalui layanan Panoramic dan Luxury.

Di kawasan Sulawesi, KA Makassar–Parepare mencatat kenaikan penumpang 10,86 persen, sementara LRT Sumsel di Palembang tumbuh 9,53 persen.

Layanan KA Jarak Jauh dan Lokal mencatat 32.758.315 pelanggan, naik 7,5 persen, dan KAI Commuter melayani 227.521.318 pelanggan, naik 7,02 persen. Kereta cepat Whoosh juga naik 7,01 persen menjadi 3.516.906 pelanggan.

Keberhasilan mempertahankan ketepatan waktu sekaligus melayani peningkatan pelanggan menegaskan komitmen KAI Group dalam memberikan layanan terbaik kepada masyarakat.

Anne menutup dengan menegaskan bahwa transportasi berbasis rel berkontribusi besar dalam mengurangi kemacetan dan emisi, serta mendorong ekonomi daerah.

“Transportasi berbasis rel tidak hanya menjadi solusi mobilitas yang aman, nyaman, dan tepat waktu, tetapi juga mendorong ekonomi daerah, mengurangi kemacetan, dan berkontribusi pada pengurangan emisi,” tutupnya. (Redaksi)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *