Jakarta, 17 Oktober 2025 — KAI Group mencatat rekor baru dalam jumlah penumpang di lintas Jakarta–Bandung. Hingga September 2025, total pelanggan Whoosh, KA Parahyangan, KRL, dan KA Lokal mencapai 72.911.828 orang, menandai tingginya minat masyarakat terhadap transportasi cepat, modern, dan terintegrasi.
Vice President Public Relations KAI Anne Purba menyampaikan bahwa capaian ini menjadi bukti keberhasilan strategi integrasi antarmoda KAI.
“Jakarta dan Bandung kini memiliki pilihan transportasi yang beragam, mulai dari layanan KA lokal aglomerasi, KA Jarak Jauh Parahyangan, hingga kereta cepat Whoosh. Seluruh moda tersebut terintegrasi dengan layanan lanjutan seperti LRT dan transportasi perkotaan lainnya, sehingga mobilitas masyarakat semakin mudah dan efisien,” ujar Anne.
Whoosh telah melayani 11,72 juta pelanggan sejak beroperasi komersial Oktober 2023, dengan rata-rata 16.559 penumpang per hari pada tahun 2024. Perjalanan dari Stasiun Halim ke Padalarang hanya memakan waktu 30 menit, ditambah feeder gratis ke Bandung selama 15 menit.
KA Parahyangan tetap menjadi tulang punggung rute Jakarta–Bandung, dengan 655.345 penumpang hingga September 2025, meningkat dari 472.535 pada tahun sebelumnya.
KAI Group juga memperkuat akses melalui angkutan terusan hemat di bawah Rp20.000, menggabungkan KRL, KA Walahar, dan KA Cibatuan untuk perjalanan yang inklusif dan efisien.
Pertumbuhan jumlah penumpang ini menunjukkan bahwa masyarakat menghargai pilihan moda transportasi yang cepat, nyaman, dan terjangkau di lintas Jakarta–Bandung.
Selain memberikan kemudahan perjalanan, integrasi antarmoda KAI juga mendorong pertumbuhan ekonomi, wisata, dan investasi di Jawa Barat.
“Momentum 10 tahun KCIC juga menjadi refleksi bahwa integrasi transportasi antarmoda di Indonesia telah berkembang pesat dan berdampak semakin terasa. KAI Group akan terus memperkuat kolaborasi, memperluas akses, serta memastikan seluruh layanan mendukung keberlanjutan ekonomi nasional,” tutup Anne. (Redaksi)

