Jakarta, 6 November 2025 – PT Kereta Api Indonesia (Persero) terus mempercepat modernisasi infrastruktur logistiknya untuk memperkuat ketahanan energi nasional. Peningkatan angkutan batu bara yang mencapai 47.775.610 ton dalam 10 bulan terakhir menegaskan bahwa perusahaan membutuhkan fasilitas yang lebih besar, lebih efisien, dan berstandar tinggi guna memenuhi kebutuhan energi Indonesia yang terus meningkat.
Lonjakan volume angkutan tersebut naik 4,3% dibanding periode yang sama tahun lalu. Capaian ini memperlihatkan tingginya permintaan terhadap moda distribusi berbasis rel yang dinilai lebih stabil, aman, dan mampu mengangkut komoditas dalam jumlah besar secara berkelanjutan.
Vice President Public Relations KAI, Anne Purba, menjelaskan bahwa angkutan batu bara merupakan akses vital bagi pasokan listrik nasional. “Batu bara ini sebagian besar digunakan sebagai bahan baku pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) di Pulau Jawa dan Bali, yang menyuplai listrik ke rumah tangga, menghidupkan fasilitas penting seperti rumah sakit, sekolah, kantor, pusat perbelanjaan, serta mendukung industri dan usaha kecil di seluruh Indonesia,” ujar Anne.
Sejalan dengan tingginya ketergantungan pada PLTU, KAI menegaskan komitmennya dalam meningkatkan efisiensi distribusi. Modernisasi infrastruktur menjadi langkah penting agar perusahaan dapat mempertahankan keandalan layanan di tengah tren kenaikan permintaan energi.
Berbagai proyek strategis tengah dijalankan, termasuk pengembangan Terminal Tarahan II dan peningkatan fasilitas bongkar-muat di Kertapati. Kedua infrastruktur tersebut diproyeksikan mampu menambah kapasitas angkutan batu bara secara signifikan, serta memperkuat jaringan distribusi dari sumber produksi ke pusat konsumsi.
Selain itu, wilayah Sumatera Selatan diperkirakan akan memberikan kontribusi tambahan hingga 27,8 juta ton. Wilayah ini semakin diposisikan sebagai pusat logistik batu bara nasional yang mampu menggerakkan pasokan secara konsisten sepanjang tahun.
Modernisasi juga sejalan dengan program pemerintah untuk menekan angkutan jalan raya yang tidak sesuai aturan melalui kebijakan anti-ODOL. KAI menghadirkan alternatif logistik yang lebih terukur dan memiliki keunggulan dalam kapasitas, keamanan, serta efisiensi operasional.
Melalui langkah-langkah strategis tersebut, KAI memperkuat fondasi layanan logistik nasional, sekaligus menjaga keberlanjutan pasokan energi bagi masyarakat dan dunia usaha. Transformasi infrastruktur ini memastikan perusahaan tetap siap menghadapi tantangan energi di masa depan. (Redaksi)

