Jakarta, 06 November 2025 – PT Kereta Api Indonesia (KAI) menggandeng dua produsen besar, CRRC (China Railway Rolling Stock Corporation) dan INKA (Industri Kereta Api), dalam mempercepat pengadaan armada baru untuk layanan KRL. Kolaborasi ini merupakan langkah strategis menuju kemandirian dan modernisasi transportasi publik Indonesia yang berkelanjutan.
Presiden Prabowo Subianto menyatakan dukungan penuh terhadap langkah KAI tersebut. “Kalau untuk rakyat banyak, saya tidak ragu-ragu,” ujarnya dalam peresmian Stasiun Tanah Abang Baru, Jakarta Pusat.
Direktur Utama KAI, Bobby Rasyidin, menuturkan bahwa kerja sama dengan CRRC dan INKA adalah bagian dari strategi jangka panjang untuk memperkuat kapasitas produksi dalam negeri sekaligus memastikan penguasaan teknologi transportasi modern. “Kami ingin setiap langkah pengadaan membawa manfaat bagi masyarakat dan industri nasional,” ungkapnya.
Hingga saat ini, KAI Commuter telah menerima sebelas rangkaian KRL baru buatan CRRC yang sudah resmi beroperasi, sementara empat rangkaian buatan INKA tengah menjalani proses sertifikasi dari DJKA.
Bobby menjelaskan bahwa pengadaan ini merupakan tambahan di luar alokasi Penyertaan Modal Negara (PMN) sebelumnya, dengan total investasi mencapai Rp5 triliun. Program ini menunjukkan sinergi kuat antara pemerintah, BUMN, dan industri nasional dalam mempercepat transformasi sektor transportasi.
Vice President Public Relations KAI, Anne Purba, menambahkan bahwa kolaborasi ini tidak hanya mempercepat proses modernisasi, tetapi juga memperluas peluang transfer teknologi ke industri lokal. “Kami ingin menciptakan ekosistem transportasi rel yang kuat dan mandiri,” jelasnya.
Selain meningkatkan kapasitas angkut penumpang, program ini juga berkontribusi terhadap pengurangan emisi karbon dan mendukung agenda pembangunan hijau nasional.
“Kami yakin kolaborasi ini akan membawa dampak positif jangka panjang bagi transportasi publik Indonesia,” pungkas Anne. (Redaksi)

