Jakarta, 02 Oktober 2025 – PT Kereta Api Indonesia (Persero) terus menunjukkan peran vitalnya dalam menjaga stabilitas ketahanan energi dan pangan nasional melalui layanan angkutan barang. Pada periode Januari hingga September 2025, KAI berhasil mencatatkan volume angkutan sebesar 51,18 juta ton barang, naik dari 50,95 juta ton pada periode yang sama tahun lalu. Capaian ini menegaskan komitmen KAI untuk hadir sebagai simpul logistik nasional yang andal.
Vice President Public Relations KAI, Anne Purba, menyebutkan bahwa mayoritas barang yang diangkut masih didominasi oleh komoditas batu bara dengan volume mencapai 42,39 juta ton. Batu bara tersebut menjadi sumber utama pasokan energi untuk Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) di Jawa dan Bali. Dari energi inilah kehidupan masyarakat sebanyak 158 juta jiwa dapat berjalan dengan lancar.
“Setiap rangkaian kereta batu bara membawa lebih dari sekadar muatan. Itu adalah energi yang menyalakan lampu di rumah-rumah, menghidupkan mesin produksi UMKM, memastikan kelas belajar tetap terang, dan menjaga peralatan medis di rumah sakit tetap berfungsi. Rel bukan hanya jalur baja, melainkan nadi kehidupan yang mengalirkan cahaya untuk masyarakat,” ujar Anne.
Selain batu bara, KAI juga mengangkut beragam komoditas strategis yang menunjang ketahanan pangan, mulai dari pupuk, hasil perkebunan, hingga bahan pangan pokok. Semua komoditas ini memastikan roda perekonomian masyarakat di berbagai daerah terus berputar tanpa hambatan.
Anne menambahkan bahwa pengangkutan pupuk, misalnya, telah membantu petani di desa-desa untuk tetap bisa bercocok tanam tepat waktu. “Bayangkan sebuah desa yang bisa berkembang karena pupuk datang tepat waktu, sebuah proyek infrastruktur yang tidak berhenti karena semen tersedia, atau UMKM yang tetap bisa memasarkan produknya karena jaringan distribusi petikemas berjalan lancar. Semua itu dihidupkan oleh gerak logistik KAI setiap hari,” ujarnya.
KAI juga mendukung agenda transisi energi pemerintah melalui efisiensi angkutan kereta api yang lebih ramah lingkungan dibandingkan moda transportasi lain. Dengan kapasitas besar dan emisi lebih rendah, KAI menjadi solusi logistik berkelanjutan di masa depan.
Ke depan, KAI berkomitmen memperkuat perannya melalui peningkatan infrastruktur, digitalisasi logistik, serta penambahan sarana angkut agar dapat terus mendorong ketahanan pangan dan energi nasional. (Redaksi)

