Jember, 7 Oktober 2025 – Setelah lebih dari dua dekade tak beroperasi, jalur kereta api Kalisat–Panarukan kini berada di garis depan rencana reaktivasi, didukung penuh oleh PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daop 9 Jember. Jalur sepanjang 70 kilometer ini pernah menjadi penghubung vital antara Jember, Bondowoso, dan Situbondo.
Manager Hukum dan Humas KAI Daop 9 Jember, Cahyo Widiantoro, menjelaskan bahwa penghentian operasional jalur tersebut terjadi karena menurunnya volume angkutan dan kondisi prasarana yang sudah tidak mendukung untuk kegiatan operasional kereta api.
“Sejak tahun 2004 jalur Kalisat–Panarukan tidak lagi aktif. Namun demikian, jalur ini masih tercatat sebagai aset sah milik Direktorat Jenderal Perkeretaapian dan menjadi bagian dari wilayah aset PT KAI Daop 9 Jember sesuai Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2007 tentang Perkeretaapian,” ujar Cahyo.
Sebagai upaya pelestarian aset perkeretaapian, sejak Maret 2022 sejumlah perangkat sinyal bersejarah telah diselamatkan oleh Balai Teknik Perkeretaapian Kelas I Surabaya DJKA bersama Komunitas Indonesian Railway Preservation Society (IRPS) dan warga sekitar, didukung penuh oleh KAI Daop 9 Jember.
Cahyo menambahkan bahwa jalur Kalisat–Panarukan menjadi proyek strategis nasional yang tengah dikaji dalam pengembangan jaringan perkeretaapian. Pihaknya telah melakukan pemetaan dan inventarisasi jalur nonaktif sebagai persiapan teknis awal reaktivasi.
“Kami menunggu arahan resmi dari pemerintah pusat dan Direktorat Jenderal Perkeretaapian. Prinsipnya, KAI Daop 9 Jember siap mendukung penuh reaktivasi jalur Kalisat–Panarukan sebagai bagian dari upaya pemerintah dalam meningkatkan konektivitas, mendukung perekonomian kerakyatan, serta mendorong pertumbuhan sektor pariwisata,” jelas Cahyo.
Reaktivasi jalur ini diharapkan membuka akses transportasi yang lebih mudah, aman, dan efisien bagi masyarakat, sekaligus menghidupkan potensi ekonomi dan wisata di tiga kabupaten yang dilalui jalur tersebut.
“Kami mengimbau masyarakat agar tidak mudah mempercayai informasi yang beredar di luar kanal resmi pemerintah atau KAI. Semua perkembangan akan kami sampaikan secara terbuka dan transparan sesuai arahan dari pemerintah pusat,” tegas Cahyo.
Selain itu, KAI Daop 9 Jember juga mengajak masyarakat ikut menjaga dan menghormati aset-aset perkeretaapian yang masih ada di sepanjang jalur nonaktif tersebut.
“Mari bersama-sama kita rawat aset negara ini, karena nantinya akan menjadi bagian penting dari kebangkitan transportasi kereta api di wilayah timur Pulau Jawa,” pungkas Cahyo. (Redaksi)

