Madiun, 24 November 2025 – PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi (Daop) 7 Madiun telah meluncurkan program pariwisata tematik “Rail Tour Jawa Timur” pada 30 Oktober 2025. Peluncuran ini merupakan penegasan bahwa KAI berperan lebih dari sekadar penyedia jasa transportasi, namun juga sebagai katalisator utama pertumbuhan ekonomi daerah. Program ini merupakan hasil sinergi yang kokoh antara PT KAI dengan dua belas pemerintah daerah (pemda) di Jawa Timur, termasuk Dinas Pariwisata dan Dinas Komunikasi dan Informatika. Jaringan perkeretaapian didorong menjadi tulang punggung untuk menyajikan pengalaman wisata yang berkelanjutan.
Program “Rail Tour Jawa Timur” secara khusus dirancang untuk menyajikan pengalaman perjalanan yang terintegrasi dan memiliki kekhasan. Program ini memanfaatkan konektivitas kereta api untuk menghubungkan berbagai destinasi wisata di Jawa Timur, khususnya di wilayah Daop 7 Madiun, dengan tingkat kenyamanan yang tinggi. Dengan mengusung konsep “Keliling Dunia Tanpa Paspor,” program ini mengajak wisatawan menjelajahi kekayaan lokal yang bernilai global, mulai dari sejarah, budaya, hingga keindahan alamnya. Inisiatif ini diprediksi akan mendorong peningkatan pergerakan wisatawan domestik hingga 35%.
Manajer Humas KAI Daop 7 Madiun, Rokhmad Makin Zainul, menjelaskan bahwa program ini adalah bentuk kolaborasi lintas sektor yang sangat dibanggakan, melibatkan pemerintah daerah, KAI, dan para pelaku industri pariwisata lokal. Ia menambahkan, tujuan utamanya adalah memberikan kesan perjalanan yang baru bagi masyarakat, yang tidak hanya nyaman, tetapi juga kaya akan nilai edukasi, sejarah, dan budaya. Paket-paket wisata yang disiapkan pun sangat bervariasi, termasuk Kota Pecel Madiun, Kota Angin Nganjuk, Kota Santri Jombang, Kota Tua Kediri, dan Kota Sejuta Pantai Tulungagung.
“Program Rail Tour Jawa Timur diharapkan dapat menjadi katalisator bagi kebangkitan pariwisata daerah. Ini adalah penegasan peran KAI sebagai pendorong utama pertumbuhan ekonomi dan pariwisata di Jawa Timur, bukan hanya sekadar penyedia transportasi,” tutup Zainul. Melalui inisiatif ini, Daop 7 Madiun bersama para mitra berharap dapat mendorong pergerakan ekonomi lokal melalui peningkatan jumlah kunjungan dan transaksi di sektor UMKM, serta memicu munculnya peluang usaha kreatif baru. (Redaksi)

