Jakarta, 13 Oktober 2025 – Seruan untuk turut menjaga kelestarian lingkungan diwujudkan KAI Daop 7 Madiun melalui program penggantian bantalan kayu dengan bantalan sintetis pada infrastruktur perkeretaapian. Seruan ini tidak hanya berupa wacana, melainkan tindakan nyata yang berdampak langsung pada pengurangan eksploitasi hutan.
Program penggantian bantalan telah dilaksanakan di berbagai segmen jalur kereta api, termasuk pada Jembatan 311 di jalur Stasiun Bagor hingga Saradan. Lokasi ini merupakan salah satu dari banyak titik yang mendapatkan perhatian khusus dalam program modernisasi infrastruktur ramah lingkungan. Target pemasangan 1.707 batang bantalan sintetis pada tahun 2025 menunjukkan skala ambisi program ini.
Rokhmad Makin Zainul, Manager Humas Daop 7 Madiun, menyampaikan bahwa bantalan sintetis memberikan solusi komprehensif untuk berbagai tantangan operasional. Selain ramah lingkungan, material ini juga tahan terhadap bahan kimia seperti oli dan solar yang sering menjadi masalah pada bantalan kayu. “Penggantian bantalan kayu dengan bantalan sintetis baru-baru ini dilakukan oleh KAI Daop 7 Madiun pada Jembatan 311 Km 125+400 – 125+500 jalur hilir petak jalan antara Stasiun Bagor–Saradan. Hal ini merupakan langkah inovatif yang tidak hanya meningkatkan keselamatan perjalanan kereta api, tetapi juga berkontribusi pada pelestarian lingkungan dengan mengurangi penggunaan kayu,” jelasnya.
Selama ini, bantalan kayu masih digunakan pada jembatan kereta api dengan rangka baja untuk meredam getaran dan suara. Namun, dengan program penggantian bertahap ini, semua bantalan kayu akan digantikan dengan bantalan sintetis yang lebih unggul. Keputusan ini mencerminkan keseriusan KAI dalam mengintegrasikan prinsip keberlanjutan dalam setiap aspek operasional perusahaan.
(Redaksi)

