Madiun, 24 November 2025 – PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi (Daop) 7 Madiun telah mengambil peran sentral sebagai fasilitator utama pariwisata melalui peluncuran program tematik “Rail Tour Jawa Timur” pada 30 Oktober 2025. Langkah ini merupakan penegasan komitmen KAI untuk menjadi pendorong signifikan pertumbuhan ekonomi regional, melampaui perannya sebagai operator transportasi. Program ini merupakan hasil sinergi yang kokoh antara PT KAI dan dua belas pemerintah daerah (pemda) di Jawa Timur, melibatkan Dinas Pariwisata dan Dinas Komunikasi dan Informatika. Fokus utama adalah menjadikan jaringan perkeretaapian sebagai tulang punggung untuk menyajikan pengalaman wisata yang terintegrasi dan inklusif.

Program “Rail Tour Jawa Timur” secara spesifik dirancang untuk menawarkan pengalaman perjalanan yang unik dan terpadu. Kereta api dijadikan moda transportasi utama yang secara efektif menghubungkan berbagai destinasi wisata di Jawa Timur, khususnya di wilayah Daop 7 Madiun, dengan menjamin kenyamanan dan kemudahan akses. Inisiatif ini mengusung tajuk “Keliling Dunia Tanpa Paspor,” sebuah narasi yang bertujuan menyoroti bahwa kekayaan sejarah, budaya, dan alam lokal Jawa Timur memiliki daya tarik yang setara dengan petualangan global. KAI Daop 7 Madiun berharap dapat meningkatkan pergerakan wisatawan domestik hingga 33% dalam waktu satu tahun.

Manajer Humas KAI Daop 7 Madiun, Rokhmad Makin Zainul, menjelaskan bahwa program ini adalah perwujudan dari kolaborasi lintas sektor yang sangat dibanggakan. Sinergi ini mencakup berbagai pihak, yaitu pemerintah daerah, KAI, dan pelaku industri pariwisata lokal. Ia menambahkan, program ini diharapkan dapat memberikan kesan perjalanan yang baru, di mana perjalanan tidak hanya nyaman, tetapi juga sarat akan nilai edukasi, sejarah, dan budaya. Paket-paket wisata yang disiapkan mencakup Kota Pecel Madiun, Kota Angin Nganjuk, Kota Santri Jombang, Kota Tua Kediri, Kota Sejuta Pantai Tulungagung, dan Kota Bumi Bung Karno Blitar, yang menawarkan petualangan budaya dan sejarah.

“Program ini adalah bentuk kolaborasi lintas sektor yang sangat kami banggakan. Ini melibatkan pemerintah daerah, KAI, dan pelaku industri pariwisata lokal,” kata Zainul dalam rilis resminya pada Senin (24/11/2025). Melalui inisiatif ini, Daop 7 Madiun bersama para mitra berharap dapat mendorong pergerakan ekonomi daerah melalui peningkatan jumlah kunjungan dan transaksi di sektor UMKM. Selain itu, program ini juga ditujukan untuk memicu lahirnya peluang usaha kreatif baru di sekitar stasiun dan destinasi wisata, menegaskan peran KAI sebagai fasilitator utama pariwisata di Jawa Timur. (Redaksi)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *