Jakarta, 19 Oktober 2025 – Ajakan kepada warga untuk turut menjaga keamanan jalur kereta api menjadi bagian penting dari program peningkatan kecepatan yang dilakukan KAI Daop 7 Madiun. Partisipasi aktif warga dianggap sebagai faktor kunci dalam menjaga keamanan jalur di tengah peningkatan kecepatan operasional kereta api hingga 120 kilometer per jam.

KAI Daop 7 Madiun mengajak warga untuk tidak melintas di jalur yang telah ditutup, tidak membangun bangunan di sekitar jalur kereta api, serta hanya menggunakan perlintasan resmi yang telah dilengkapi dengan rambu peringatan dan peralatan keselamatan. Manajer Humas Daop 7 Madiun, Rokhmad Makin Zainul menekankan pentingnya peran warga dalam mendukung program keamanan jalur. “Kami berharap dukungan masyarakat untuk tidak membuka atau melintas di jalur yang sudah ditutup demi keselamatan bersama,” imbau Zainul.

Program normalisasi jalur yang dilakukan mencakup penutupan jalur perlintasan liar di beberapa titik strategis, termasuk di JPL 203 yang terletak di Desa Sanankulon, Kabupaten Blitar. Di lokasi tersebut dilakukan penutupan dan pematokan jalur menggunakan rel untuk mencegah akses tidak resmi. Sementara di JPL 206 di Desa Ngaglik, lebar jalan dipersempit dari 3,6 meter menjadi 1,5 meter untuk membatasi jenis kendaraan yang dapat melintas.

KAI Daop 7 Madiun terus melakukan sosialisasi kepada warga mengenai pentingnya menjaga keamanan jalur kereta api. Perusahaan juga membuka saluran komunikasi dengan warga untuk menampung masukan dan keluhan terkait program normalisasi jalur demi terciptanya kerja sama yang baik.

(Redaksi)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *